CIREBON,Liputanberita62.com– Kondisi jaringan kabel yang menjuntai dan terpasang berantakan di sepanjang Jalan Sindanglaut-Ciawi Gajah No.1, Desa Putat, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memicu kekhawatiran warga. Tumpukan kabel yang tidak tertata rapi, sebagian bahkan terlihat menjuntai rendah dan menempel pada tiang listrik maupun fasilitas umum, dinilai berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan lingkungan sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (24/5/2026), terlihat jelas sejumlah kabel—baik milik penyedia layanan telekomunikasi maupun instalasi listrik—tergantung acak, saling bertumpuk, dan tidak memiliki penataan yang standar. Beberapa kabel bahkan terlihat terjuntai, dan posisinya berada cukup rendah sehingga berisiko tersangkut kendaraan maupun disentuh warga yang lewat.
Warga setempat mengaku sudah lama menaruh kekhawatiran atas kondisi tersebut. “Sudah berbulan-bulan begini, makin lama makin banyak kabel yang ditambah tapi tidak ada yang merapikan. Kami takut sekali, apalagi kalau hujan atau angin kencang, takut kabel itu jatuh atau ada hubungan arus pendek,” ujar salah satu warga Putat yang enggan disebutkan namanya.
Selain risiko sengatan listrik dan kebakaran, kabel semrawut ini juga dinilai mengganggu keindahan dan ketertiban jalan. Jalan yang merupakan jalur akses utama warga desa ini menjadi terlihat kumuh dan tidak terawat akibat tumpukan kabel yang menggantung di atasnya.
Kondisi ini memunculkan tudingan kelalaian dari pihak pengelola jaringan. Warga menilai pihak terkait abai dan mengabaikan aspek keselamatan serta aturan penataan instalasi kabel yang seharusnya diterapkan. “Sepertinya mereka hanya pasang saja, urusannya selesai. Padahal ini bahaya nyata buat kami. Kenapa tidak ada pemeliharaan atau penataan ulang?” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut nyata dari pihak pengelola maupun instansi terkait untuk merapikan dan menata ulang jaringan kabel tersebut. Warga berharap agar masalah ini segera mendapat perhatian serius, mengingat risiko bahaya yang mengintai setiap saat. Warga juga menuntut adanya tanggung jawab penuh dari pengelola jaringan untuk memastikan instalasi aman, tertib, dan tidak membahayakan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi.
(Yo)



































