Simalungun-Sumut | LiputanBerita62.com |- Menjelang bulan suci Ramadan, Unit Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun mengintensifkan pengawasan harga sembako di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik permainan harga dan penimbunan barang yang kerap muncul saat momen keagamaan.
Operasi dipimpin Kasat Reskrim AKP Herison Manullang bersama tim Unit Ekonomi dengan melakukan sweeping harga di Pasar Perdagangan, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Simalungun.
“Unit Ekonomi Sat Reskrim punya peran vital menjaga stabilitas harga pasar, terutama jelang Ramadan. Kami pastikan tidak ada oknum pedagang yang bermain harga,” ujar Kanit 2 Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun, Ipda Gagas Dewanta Aji, Jumat sore.
Sebanyak enam personel Unit Ekonomi diterjunkan dan berkolaborasi dengan pihak kecamatan guna memperoleh data harga akurat. Pengawasan dilakukan terhadap sembilan kategori kebutuhan pokok sebagai langkah preventif menekan potensi inflasi liar.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras premium di Pasar Perdagangan relatif bervariasi, mulai Rp14.200 hingga Rp16.000 per kilogram, sementara beras medium SPHP/Bulog berada di angka Rp10.800 per kilogram. Gula pasir dan gula merah stabil di Rp18.000 per kilogram, serta garam beryodium Rp10.000 per kilogram.
Untuk protein hewani, daging sapi tercatat Rp120.000 per kilogram, ayam broiler Rp38.000, ayam kampung Rp68.000, dan daging kambing Rp90.000 per kilogram. Alternatif lebih ekonomis tersedia dari ikan, seperti lele Rp28.000 dan tongkol Rp35.000 per kilogram.Harga telur juga terpantau stabil, masing-masing Rp2.500 per butir untuk telur ayam ras, Rp3.000 telur ayam kampung, dan Rp2.800 telur bebek.
Perhatian khusus tertuju pada komoditas cabe yang menyentuh Rp43.000 per kilogram untuk cabe rawit dan cabe merah, sedangkan cabe hijau Rp28.000. Bawang merah dijual Rp33.000 dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.
“Harga cabe memang naik karena faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar. Kami terus pantau agar tidak ada penimbunan,” ujar Gagas.(Ibrahim Saragih)



































