Liputanberita62.com MANADO – Upaya menjaga kesehatan para pekerja di sektor transportasi udara terus diperkuat. Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado bersama Puskesmas Paniki menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining Tuberkulosis, serta pemeriksaan kadar alkohol bagi pengemudi dan pekerja operasional bandara.
Kegiatan yang berlangsung di lobi Posko Bandara Internasional Sam Ratulangi, Kamis (12/3), diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari pengemudi kendaraan bandara dan petugas operasional yang sehari-hari beraktivitas di kawasan bandara.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga disertai dengan penyebaran informasi kesehatan kepada para pekerja dan pengguna jasa bandara. Edukasi dilakukan melalui pemasangan banner di sejumlah titik strategis area bandara guna meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit menular, termasuk Campak, serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit di pintu masuk negara.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara BKK Kelas I Manado, Puskesmas Paniki, dan pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura Indonesia, dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan transportasi udara, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.
General Manager InJourney Airports Bandara Sam Ratulangi Radityo Ari Purwoko, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting menjelang periode arus mudik Idul Fitri.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan ini. Momentum ini sangat tepat menjelang mudik Lebaran, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan adanya petugas bandara yang terdampak penyakit menular. Dengan pemeriksaan ini, kondisi kesehatan para petugas dan pengemudi dapat terpantau dengan baik sehingga pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado Resi Arisandi menjelaskan, kegiatan CKG, skrining TB, serta pemeriksaan kadar alkohol merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendeteksi kondisi kesehatan secara dini.
“Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining awal terhadap penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Pemeriksaan kadar alkohol juga penting untuk memastikan para pengemudi yang beraktivitas di lingkungan bandara tidak mengonsumsi alkohol, sehingga keamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran para pekerja di sektor transportasi udara terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem kewaspadaan dini terhadap potensi penyakit menular di pintu masuk negara, khususnya di wilayah Manado.
(Mardi Golindra)






























