MANADO |Liputanberita62.com. Pemprov Sulut menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) terus menunjukkan komitmennya menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan selama dua hari, 9-10 Juli 2026
Program ini juga melibatkan Badan Pangan Nasional, Bulog, Bank Indonesia, Kios Pangan, Satgas Pangan, dan sejumlah mitra strategis lainnya. GPM digelar secara bergantian di enam titik yang tersebar di Kabupaten Minahasa Selatan agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar.
Jadwal Gerakan Pangan Murah:
Kamis, 9 Juli 2026 (mulai pukul 10.00 WITA) GMIM Efata Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat. Desa Boyongpante, Kecamatan Sinonsayang. GMIM Anugerah Poigar 2, Kecamatan Sinonsayang.
Jumat, 10 Juli 2026 (mulai pukul 10.00 WITA) Desa Tumpaan Satu. Kelurahan Kawangkoan Bawah. Desa Suluun Empat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Sulut ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang meningkatnya permintaan saat Pengucapan Syukur.
Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sebagai berikut:
Beras SPHP 5 kilogram: Rp58.000
Minyak goreng Rizky: Rp19.000 per botol
Bawang putih: Rp50.000/kg
Bawang merah: Rp45.000/kg
Telur ayam: Rp53.000 per baki
Gula Vit kristal putih: Rp18.500/kg
Harga tersebut berada di bawah harga pasar sehingga diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terbebani lonjakan harga menjelang perayaan.
Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjaga ketersediaan bahan pangan, memperkuat stabilitas harga, serta mengendalikan inflasi, khususnya pada momentum hari-hari besar yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
Melalui kepemimpinan Gubernur YSK, Pemprov Sulut menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan Gerakan Pangan Murah di Minahasa Selatan, pemerintah berharap masyarakat dapat menyambut Pengucapan Syukur Tahun 2026 dengan penuh sukacita, tanpa harus khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. (**)






























