
Lamongan ( Jawa Timur ) _ Liputanberita62.com – Keluarga Besar Perguruan Bela Diri Satria Tunggal memperingati hari ulang tahun ke-42 Ketua Umum mereka, dr. Ahmad Hannan Amrullah, Sp.OT., FICS, pada Senin (7/7). Peringatan tersebut diwarnai dengan derasnya doa dan ucapan syukur yang mengalir dari seluruh anggota perguruan di berbagai ranting. Harapan utama yang dipanjatkan oleh para pendekar dan murid adalah agar sang ketua umum senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta kelancaran dalam menjalankan amanah memimpin organisasi yang telah berdiri sejak 2 Januari 1970 tersebut.
Salah seorang anggota perguruan yang turut menyampaikan ucapan menyebutkan, “Met milad Pak Ketum. Mugi sehat selalu, berkah umur & rejekinipun, dimudahkan segala urusannya. Aamiin!” Suasana kekeluargaan yang hangat terpancar dari seluruh lini, mulai dari pengurus harian hingga para anggota di tingkat bawah, yang kompak menunjukkan loyalitasnya melalui berbagai unggahan dan pesan di kanal komunikasi internal perguruan.
Satria Tunggal dikenal sebagai salah satu ikon budaya sekaligus perguruan bela diri yang sarat akan nilai filosofis di Lamongan. Identitas perguruan ini direpresentasikan melalui lambang Kucing Hitam. Warna merah pada lambang tersebut dimaknai sebagai simbol keberanian dalam membela kebenaran, warna hitam sebagai representasi kesabaran dan keteguhan batin, sedangkan warna putih yang tergambar pada telapak tangan dimaknai sebagai simbol perdamaian dan kemurnian niat. Motto “Janganlah Hidup di Atas Satria Tunggal, Hidupkanlah Satria Tunggal” menjadi fondasi utama yang mengikat seluruh anggota, menekankan bahwa setiap individu adalah bagian vital yang menghidupi organisasi, bukan sekadar penumpang yang mencari popularitas. Melalui sistem tingkatan sabuk yang berjumlah 13 jenjang, perguruan ini secara konsisten membentuk fisik yang tangguh sekaligus karakter kepribadian yang luhur bagi para pesilatnya.
Di bawah kepemimpinan dr. Ahmad Hannan, Satria Tunggal terus mencatatkan deretan prestasi membanggakan di kancah nasional maupun internasional. Pada Kejuaraan Nasional TAPCHA Ke-6 tahun 2024, kontingen Satria Tunggal berhasil meraih 14 medali emas dan menembus peringkat ke-7 dari total lebih dari 100 kontingen yang bertanding. Kemudian, pada ajang IPSI Cup Lamongan 2026, dari 21 atlet yang dikirimkan, perguruan ini berhasil menyapu bersih medali dengan perolehan 9 emas, 10 perak, dan 2 perunggu.
Pencapaian serupa juga diraih pada Kejuaraan IPSI Kota Malang 2026. Dari 8 atlet yang dikirimkan, seluruhnya berhasil membawa pulang medali dengan rincian 6 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, mencatatkan tingkat efektivitas keberhasilan 100 persen. Salah satu atlet andalan, Quinnara Athadyza Jasmine, bahkan mencetak hattrick dengan menyabet 3 medali emas sekaligus di ajang IPSI Malang. Prestasi tersebut melengkapi capaian medali emasnya pada Student International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2024 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Memasuki usia ke-42 kepemimpinan dr. Ahmad Hannan, Satria Tunggal menyiapkan sejumlah langkah strategis menuju era baru. Tiga misi besar yang tengah digodok meliputi penguatan pembinaan berbasis sport medicine untuk menjamin kebugaran dan perawatan cedera atlet, penjajakan kerja sama dengan institusi pendidikan untuk menjaring bibit-bibit unggul, serta ekspansi kontingen ke sejumlah kejuaraan di Asia Tenggara dan Eropa. Kolaborasi antara pendekatan manajemen modern yang diusung dr. Hannan dengan bimbingan arif dari dewan pendekar senior diyakini mampu mempertahankan posisi Satria Tunggal sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya pesilat-pesilat berkarakter dan berdaya saing global.
Doa dari keluarga besar perguruan terus mengalir menyertai langkah sang ketua umum. Seorang pendekar senior yang mewakili seluruh anggota menyampaikan, “Mugi panjang umur, tambah sehat badannya, tambah barokah kanggo jenengan lan keluarga. Satria Tunggal jaya selalu!” Dedikasi dr. Ahmad Hannan Amrullah, baik di bidang kesehatan melalui profesinya sebagai spesialis ortopedi maupun di bidang pembinaan generasi muda melalui Satria Tunggal, diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Jurnalis – sunariyanto
Editor – Redaksi





























