Diruang Kerja Bupati Franky Wongkar, Sambut Peserta PIDI Angkatan II Tahun 2025 Bertugas di Minsel

MINSEL | Liputanberita62.com. Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menyambut para peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2026 yang akan bertugas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Minahasa Selatan.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan tahapan wajib bagi dokter yang baru lulus sebagai masa transisi dari pendidikan akademik menuju praktik profesional yang mandiri.

Program ini berperan penting dalam memahirkan dan memandirikan dokter, menyelaraskan kompetensi klinis dengan kebutuhan nyata di lapangan, mendukung pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil, serta membentuk profesionalisme, etika, dan tanggung jawab sosial dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

Setelah kurang lebih sepuluh tahun tidak menjadi lokasi pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), Kabupaten Minahasa Selatan kembali dipercaya sebagai wahana PIDI yang resmi dibuka pada 9 Juni 2026.

Pembukaan kembali wahana tersebut merupakan hasil komitmen dan upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya melalui koordinasi serta permohonan yang diajukan oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., kepada Kementerian Kesehatan pada berbagai kesempatan sebelumnya.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor HK.02.02/F/1715/2026 tentang Peserta, Pendamping, dan Wahana Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan II Tahun 2026, sebanyak 8 (delapan) peserta akan ditugaskan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) akan dilaksanakan selama 1 (satu) tahun, yang terbagi atas 6 (enam) bulan di RSUD dan 6 (enam) bulan di puskesmas.

Kembalinya wahana PIDI menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah melalui penempatan dokter internsip yang memperoleh pengalaman praktik secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain mendukung proses pembinaan dan pengembangan kompetensi dokter baru, keberadaan program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang berkualitas, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan dalam pembangunan sektor kesehatan.

Dengan demikian, pembukaan kembali wahana PIDI tidak hanya menjadi pencapaian bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Bupati Minahasa Selatan turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, dr. Wiwin Opod, M.K.M., serta Direktur RSUD Amurang, dr. Limbert Reinhard Lepa.

(Sumber Kominfo Minsel/ -red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *