Siantar Sumut Liputanberita62.com
Lembaga Indonesian Corruption Watch
Republik Indonesia ( ICW-RI) menyoal, dugaan korupsi revitalisasi jaringan pipa air bersih di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Tirtauli.
“Proyek revitalisasi disinyalir menjadi santapan empuk pejabatnya”.
ketua ICW RI Siantar Jokly Sihotang,SE dengan lugas menyatakan bahwa, “temuan miring” pada pelaksanaan revitalisasi di tubuh Perumda PDAM Tirtauli mendesak penyidik aparat penegak hukum (APH) seperti kepolisian, kejaksaan dan juga KPK, sudah pada waktu yang tepat untuk segera turun kelapangan membongkar jaringan “mafia tingkat tinggi) ini, disinyalir melibatkan sejumlah pihak.
Untuk membuktian akurasi dugaan penyelewengan anggaran revitalisasi tersebut, saatnya dilakukan pemeriksaan, dengan alasan telah mendapatkan bukti awal dari “pemberitaan media”.
Jokly SE selaku ketua ICW RI membeber
kan fakta mencengangkan tentang proyek pipanisasi jaringan air bersih yang menelan anggaran senilai Rp 10 (sepuluh) milyar di Tahun Anggaran 2025.
Jokly dikesempatan ini dengan sikap mantap menegaskan penuh keyakinan
bahwa “proyek revitalisasi ini bermasyalah”. Hal ini disampaikannya di Kota Pematangsiantar beberapa waktu yang lalu.
Sedangkan anggaran yang diperguna kan dari dana penyertaan modal Pemko
Pematangsiantar. Tujuannya untuk meningkatkan kwalitas pelayanan air bersih terkhusus wilayaah padat pelanggan.
Masih kata Jokly yang sangat memprihatinkan, pergantian pipa lama dengan pipa baru berbagai ukuran diameter di kecamatan Siantar Timur, Utar, Selatan, Sitalasari, Marimbun dan Martoba menuai penyimpangan korupsi
disinyalir melibatkan berbagai pihak.
Praktek pelaksanaan pekerjaan tanpa melaksanakan penggalian terlebih dahulu, mengangkat pipa lama kemudian memasang pipa baru, sesuai metode galian terbuka (open trenching).
Dijelaskannya, kemudian penggalian kedalaman paret pada proyek tersebut diduga tidak sesuai yang disyaratkan.
Pipa ukuran 3 inci tersebut langsung ditanamkan pekerja sebagaimana yang disediakan pejabat internal.
Seyogianya diawali penggalian tanah kedalan 30 cm selanjutnya penanam pipa baru. Namun disinyalir kedalamannya tidak sampai 30 cm pipa
langsung ditanam, ungkap Jokly.
Pipa baru langsung ditanam dengan tanah bekas galian, tanpa dimasukkan pasir uruk terlebih dahulu, hal itu telah menyalahi aturan yang berlaku.
Juga dikatakan Jokly, setelah pemasangan pipa baru namun tanpa memasang instalasi dan progres normalisasi untuk mengeluarkan angin dan memastikan air bersih tersebut dapat mengalir lancar ke rumah pelanggan.
Pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan
diduga hanya mengejar target akhir tahun, yang semata- mata mengutamakan keuntungan,tutur Jokly.
Hasil investigasi di lokasi proyek tidak ditemukan papan transparansi disetiap lokasi pekerjaan, sebagai bentuk akutansi publik.
Hasil upaya penelusuran yang dilaksa kan ICW, orang dalam Perumda PDAM Tirauli merupakan yang menyiapkan seluruh pekerja dan material proyek dengan memakai perusahaan dari luar.
Ungkapan Jokly, pemilik perusahaan yang dipakai internal, tinggal duduk manis saja tetapi dapat uang. Mulai penyediaan pekerja hingga pengadaan barang adalah pejabat internal Perumda PDAM Tirtauli.
Ironisnya sebut Jokly, ICW menemukan satu titik pekerjaan belum selesai namun telah ditinggal begitu saja tanpa kelanjutan, seperti yang terjadi di Mataram 1(satu) Kelurahan Melayu. Proyek tersebut mendapat penolakan dari warga karena tanpa sosialisasi. Proyek dikerjakan asal jadi, tanpa memperhatikan keselatan warga membiarkan sisa material berserakan dilokasi.
Selain itu, hasil galian di biarkan terbuka
tanpa menutup kembali sehingga menimbulkan genangan air.
Proyek non swakelola itu, terendus berbau konspirasi jahat, diduga keras condong penyimpangan korupsi namun hingga kini pihak APH belum kelihatan
melakukan penyelidikan menyeluruh.
Untuk konfirmasi kepada Perumda PDAM Tirtauli pihak yang berkompeten
Dirut melalui nomor HP 08527507444… tidak aktif (Selasa, 24/2/’26).
Leo Pasaribu (Rabu, 25/2/’26) saat dikonfirmasi di halaman Kantor PDAM Tirtauli, di Jl.Akasia Raya Perumnas Batu Enam, tudingan pembagian proyek Revitalisasi Pipanisasi dan para pekerja.
Juga mempertanyakan berapa jumlah perusahaan yang dilibatkan dalam mengerjakan revitalisasi
Namun Leo, menepis tudingan yang dialamatkan kepadanya, serta mengatakan tanyakan kepada Humas
saja bang kamikan satu pintu.
Apa lagi jauh kalilah saya ke Perumnas yang terlibat proyek itu imbuhnya.
Sebelumnya humas Perumda PDAM Tirtauli saat dikonfirmasi menjelaskan,
pelaksanaan revitalisasi tersebut tidak ada yang salah, jika ada yang salah silah kan buktikan, ucapnya.
(007/SS).


































