Kondisi Sejumlah SPBU di Siantar Pasca Diberlakukannya Pembatasan Pembelian Pertalite-Solar 50 Liter per Hari

Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Pemerintah resmi memberlakukan aturan baru terkait pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Sekarang, setiap kendaraan pribadi dibatasi hanya boleh mengisi pertalite maupun solar subsidi maksimal 50 liter per hari.

Kebijakan ini diambil guna memastikan kuota subsidi lebih tepat sasaran dan mencegah praktik penimbunan.

Pantauan Mistar di sejumlah SPBU Kota Pematangsiantar, Rabu (1/4/2026) malam, kebijakan ini mulai berdampak terhadap pengendara.

Namun, meski ada peningkatan intensitas kendaraan yang akan mengisi BBM, situasi terpantau tetap kondusif.

Beberapa titik SPBU strategis di Pematangsiantar menunjukkan adanya antrean kendaraan, namun belum sampai menimbulkan kemacetan panjang yang melumpuhkan arus lalu lintas.

Lokasi-lokasi tersebut antara lain SPBU Jalan Sisingamangaraja yang didominasi kendaraan roda dua. SPBU Jalan Medan KM 4,5, antrean didominasi kendaraan roda dua. SPBU Jalan Ahmad Yani, pengisian Pertalite mendominasi, antrean terlihat rapi.

Sementara, SPBU Jalan Patuan Nagari dan Jalan Melanthon Siregar, arus kendaraan relatif normal dengan penjagaan dari petugas. Untuk SPBU Jalan Sangnawaluh (Simpang Sambo) menjadi titik pengisian paling sepi.

Kebijakan ini memicu beragam reaksi dari para pemilik kendaraan di Siantar.

“Kalau untuk dalam kota saja 50 liter itu lebih dari cukup buat sehari. Yang kasihan itu teman-teman yang kerjanya antar barang ke luar kota (lintas kabupaten), mereka harus pintar-pintar hitung sisa bensin supaya nggak mogok di jalan,” ujar Rian, 34 tahun, pengemudi mobil pribadi ditemui di SPBU Ahmad Yani.

Sementara itu, Hotman, seorang sopir yang sedang mengantre di SPBU Jalan Medan, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai teknis pengawasan.

“Pembatasan ini bagus supaya nggak ada yang main-main (penimbun). Tapi kami harap sistem di pom bensin nggak sering error atau lelet. Kalau antre lama cuma karena sistem ngecek kuota, itu yang bikin capek,” tuturnya.(Ibrahim Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *