SORONG- Liputanberita62.com. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya terus meningkatkan sinergi dan langkah strategis dalam menekan angka penyebaran penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di wilayahnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat bersama berbagai pihak penyelenggara, termasuk Yayasan Kasih Lestari, dengan memberikan data capaian program HIV, TBC, serta Malaria.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) sekaligus Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya Mavkren J. Kambuaya Mars, kepada wartawan menyampaikan bahwa, Sesuai tugas pokok dan fungsinya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya menjalankan serangkaian kebijakan, sosialisasi, dan regulasi pendukung.
Langkah ini mencakup penerapan ketentuan Kementerian Kesehatan serta penyusunan Peraturan Gubernur terkait penanggulangan ketiga penyakit tersebut beserta pedoman teknis operasionalnya.
Ia menegaskan, Di tingkat pelayanan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan terus dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan serta pendistribusian obat-obatan, bahan habis pakai, dan logistik medis secara berkala. Koordinasi dan bantuan materi juga rutin diberikan kepada lembaga swadaya masyarakat untuk memaksimalkan penanganan di lapangan.
Berdasarkan data capaian terbaru, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua Barat Daya yang terdeteksi dan tercatat hidup saat ini mencapai kurang lebih 1.200 orang. Untuk TBC sensitif obat, tercatat sebanyak 1.400 kasus positif yang telah terkonfirmasi,
hal tersebut disampaikan Kambuaya saat menghadiri Kegiatan pelantikan Kader Tangguh AIDS, Tuberculosis dan Malaria (ATM) Papua Barat Daya yang digelar oleh Yayasan Papua Lestari bertempat di Belagri Hotel Airport, Kota Sorong Papua Barat Daya Selasa 6-8 Oktober 2026.

Lebih lanjut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) sekaligus Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya Mavkren J. Kambuaya, mengatakan, Selain itu, ditemukan pula 44 kasus TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan medis khusus. Sementara itu, akumulasi kasus Malaria di Papua Barat Daya tercatat telah mencapai kisaran 4.400 kasus.
Dinas tersebut, Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan mengambil langkah pencegahan mandiri guna memutus rantai penularan. Dalam penanganan HIV, warga diminta setia pada pasangan, menghindari perilaku berisiko, serta segera memeriksakan diri dan rutin mengonsumsi obat bagi yang terinfeksi.
Untuk TBC, warga yang mengalami gejala diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta mengenakan masker agar tidak menulari lingkungan sekitar.
Sedangkan untuk meminimalisasi Malaria, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari, tidur menggunakan kelambu, dan rutin membersihkan lingkungan dari tempat pembiakan nyamuk.
Selain penanganan penyakit menular, Dinas Kesehatan Papua Barat Daya juga menyoroti kondisi pencemaran udara akibat fenomena kabut asap yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Untuk mengantisipasi potensi infeksi saluran pernapasan akut, seluruh lapisan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diimbau untuk disiplin menggunakan masker serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan tubuh.
Penulis Eskop Wisabla.



















