PAPUA TENGAH – Liputanberita62.com. Kami, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali, menilai bahwa dinamika politik pasca-Pilkada di Kabupaten Intan Jaya telah melahirkan perpecahan di kalangan intelektual Intan Jaya itu sendiri.
Situasi tersebut kemudian memunculkan wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kemandoga yang kami nilai berpotensi merugikan tatanan kehidupan sosial masyarakat.
Kami menilai bahwa wacana pembentukan DOB Kabupaten Kemandoga tidak boleh didorong oleh kepentingan kelompok atau kekecewaan politik pasca-Pilkada.
Setiap rencana pemekaran wilayah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru yang dapat mengancam persatuan dan kehidupan masyarakat Intan Jaya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menyatakan sikap sebagai berikut:
- Kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali mendesak Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, agar segera menghentikan wacana pembentukan DOB Kabupaten Kemandoga.
- Kami mendesak Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maiseni, agar tidak memberikan rekomendasi terhadap wacana pembentukan DOB Kabupaten Kemandoga.
- Kami mengutuk keras oknum-oknum yang terlibat dalam wacana pembentukan DOB Kabupaten Kemandoga.
- Kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menolak dengan tegas wacana pembentukan DOB Kabupaten Kemandoga dengan alasan apa pun.
Penanggung Jawab,
Ketua IPMMO Se-Jawa dan Bali,
Lewi Ugipa





















