Kepada: Pemerintah dan Investor
Papua Barat Daya – Liputanberita62.com. Sungai Sembra di Sorong Selatan adalah salah satu ikon destinasi wisata air tawar yang populer di Papua Barat Daya dan juga menyimpan banyak potensi hasil local baik di dalam air seperti ikan udang serta berkebun dan berburu secara tradsional di bantaran sungai Sembra.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah dan Investor berencana akan membangun Perusahaan Jenis Air Kemasan yang akan beroprasi di Sorong Selatan dan mengambil atau menyedot air dari Sungai Sembra di Kampung Srer, Distrik Seremuk Kabupaten Sorong Selatan dan diketahui Pemerintah sudah melakukan tahap awal sosialisasi kepada warga di kantor Kampung Srer pada tanggal 3 oktober 2026, namun fakta lain tengah muncul ke permukaan bahwa beberapa pimilik hak Ulayat Sungai Sembra belum 100% sepakat dengan rencana tersebut, karena proses gelar tikar adat secara internal suku Srer belum dilakukan.
Sehingga atas dasar rangkaian kejadian dan rencana diatas maka Pemuda Adat Suku Srer dan Tokoh Masyarakat Suku Ogit dari Kampung Gamaro melakukan jumpa pers di banataran Sungai Sembra sebagai berikut:

Pernyataan Ronal Kalilago (Pemuda Adat Suku Srer)., “Kami 7 marga di suku Srer belum ada gelar tikat adat untuk mencapai kesepakatan setiap hak masing-masing marga, jadi sungai sembra ini adalah hidup suku Srer, kalau mau bangun investasi bangun saja di sungai lain, sungai ini Tuhan titip untuk Suku Srer sebagai Anugerah. Jadi kami harap Pemerintah dan Investor jangan paksa kehendah, nanti kalau investor masuk baru kami mo hidup dimana?” ujarnya.
Lanjut disampaikan oleh Karolis Kalilago.,
“Kami sangat peduli dengan kali sembra, ia memberikan ruang hidup untuk kami (seperti mancing ikan morea, ikan mujair, ikan gabus belut, udang biru dan juga berkebun di bantaran sungai serta berburu di sepanjang bantaran sungai sembra) jika perusahaan investor ini masuk nanti ruang hidup kami mau dikemanakan?”, tegasnya.
Lain halnya pernyataan dari Kristian Segetmena (Kepala Suku Ogit Gamaro),. “Saya turut merasakan apa yang pemuda adat adat suku Srer berjuang utk kali Sembra, sebab Wilayah ini adalah milik Tuhan, Tuhan titipkan manusia hidup disini dengan alam, kami bisa lansung minum air kali Sembra, maka saya dari suku Ogit yang ada di hilir kali Sembra melihat hal ini (Investor Air Kemasan) saya sedih, sebab saya adalah turunan dari kampung Srer. Saya harap sodra dorang jangan menghancurkan air susu mama (Sungai Sembra) sebab hanya ini yang Leluhur titipkan untuk kami keluarga besar Suku Srer dan Suku Ogit”, ungkap Kristian.

Tuntutan:
- Menolak Segala Bentuk Investor Yang masuk ke Sungai Sembra
- Menolak Semua aktivitas dan rencana investor di Sungai Sembra harus segera dihentikan
- Menolak pihak manapun yang mau lakukan survei atau pengukuran kegiatan lain di wilayah sungai Sembra dengan alasan apapun
Bantaran Sungai Sembra Kampung Srer, 14 Oktober 2026















