Tak Laksanakan Permendikdasmen Dana Revitalisasi TK GMIM Getsemani Paslaten satu di Duga Bermasalah

Berita8 Dilihat

Liputan62.com – TATAPAAN, MINSEL | Dugaan penyalahgunaan dana revitalisasi Rp 349.480.000 (PKS 02017/BRPAUD/2026) di TK GMIM Getsemani Paslaten Satu, Desa Paslaten Satu, Kec. Tatapaan, Minsel makin menguat setelah tim Liputan62.com mengantongi dua temuan baru yang sangat fatal di lapangan.

Temuan baru ini menambah daftar panjang 5 temuan sebelumnya, meski dana Tahap II 30% Rp 104.844.000 sudah cair 100%.

TEMUAN BARU 1: SEPTIC TANK BIO TANK SNI FIKTIF, FAKTANYA CUMA GALI LUBANG

Ini temuan paling fatal :

RAB Resmi: Septic Tank BioTank SNI 1000 Liter Merk Biofil / BioTech harga Rp 6.500.000. Harusnya BioTank yang sudah jadi, anti bocor, ada filter biologis.

Fakta Lapangan: Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, tidak ada Septic BioTank sama sekali. Yang ada hanya galian lubang tanah biasa yang dilapisi buis beton atau bahkan hanya lubang resapan biasa.

Jika benar hanya gali lubang, maka potensi selisihnya sangat besar:

  • Harga BioTank SNI: Rp 6.500.000
  • Biaya Gali Lubang + Buis Beton 3 bh: Rp 800.000
  • Dugaan Selisih: Rp 5.700.000 – Hampir 100% Mark-up!

Ini bukan lagi penyalahgunaan, tapi diduga ada unsur pemalsuan volume dan spesifikasi. Toilet untuk anak PAUD tapi limbahnya cuma dibuang ke lubang biasa? Ini bahaya kesehatan dan melanggar SNI sanitasi sekolah.

Ini wajib diaudit fisik oleh Dinas Kesehatan dan PU, apakah benar ada BioTank atau cuma lubang.

TEMUAN BARU 2: BIAYA PEMBERSIHAN LAHAN DIDUGA FIKTIF, PADAHAL SWADAYA JEMAAT GMIM / KERJA BAKTI

Temuan kedua juga fatal.

RAB Resmi: Pembersihan Lahan / Bouwplank / Pembersihan Lokasi Proyek ada anggarannya, diperkirakan Rp 2.500.000 – Rp 3.500.000 (untuk sewa alat, upah bersih-bersih, tebas rumput, ratakan tanah).

Fakta Lapangan: Menurut informasi warga dan jemaat, pembersihan lahan tersebut tidak dibiayai dari dana proyek, melainkan dilakukan secara swadaya oleh Jemaat GMIM Getsemani Paslaten Satu melalui kerja bakti.

Artinya, warga jemaat kerja gratis bakti untuk gereja dan sekolah, tapi dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) diduga tetap dianggarkan dan dicairkan sebagai biaya proyek.

Jika benar, maka:

  • Biaya Kerja Bakti Jemaat: Rp 0 (Gratis, Swadaya)
  • Biaya di RAB yang Dicairkan: Rp 3.000.000
  • Dugaan Selisih: Rp 3.000.000 Masuk Kantong?

Ini masuk dugaan Penggelembungan Anggaran (Mark-up) dan Fiktif. Harus dibuka kuitansi pembersihan lahan, siapa yang dibayar, kapan, ada foto dokumentasinya tidak.

REKAPITULASI 7 DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA Rp 349.480.000 (UPDATE TERBARU):

  1. Dugaan Penyalahgunaan Dana Revitalisasi Rp 349.480.000
  2. Pengerjaan Tidak Sesuai Permendikdasmen (Fondasi 28 M1, Baja Ringan C75 0,75mm SNI)
  3. Pengangkatan Panitia Tidak Prosedural (Penunjukan, bukan musyawarah, Ketua Panitia diduga suami Kepsek)
  4. Dugaan Intervensi Kabid PAUD Minsel Berinisial CM
  5. Dugaan Sunat Upah Revisi: Kepala Tukang RAB Rp 225.000 dibayar Rp 200.000, Tukang RAB Rp 200.000 dibayar Rp 190.000, Kenek RAB Rp 150.000 dibayar Rp 120.000 – Rp 130.000. Total Selisih Rp 5.250.000 (270 HOK)
  6. BARU – Dugaan Septic Tank Fiktif: RAB BioTank SNI Rp 6,5 Juta, fakta cuma gali lubang. Potensi Selisih Rp 5,7 Juta
  7. BARU – Dugaan Pembersihan Lahan Fiktif: RAB Rp 3 Juta, fakta swadaya kerja bakti jemaat GMIM. Potensi Selisih Rp 3 Juta

KOREKSI WASTAFEL TETAP 2 UNIT & PENEGASAN TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN MARK-UP LAINNYA

Kami tegaskan kembali Wastafel dalam RAB adalah 2 unit, bukan 3 unit. Rincian Toilet 6x3m: 1 Kloset Duduk Difabel + 2 Kloset Jongkok + 2 Wastafel + Septic BioTank (yang diduga cuma lubang).

Liputan62.com menegaskan, 7 temuan ini tidak menutup kemungkinan adanya mark-up dan penyalahgunaan pada pengadaan material lainnya yang ada dalam RAB Rp 349.480.000 seperti Bata Merah 14.000 bh, Keramik 30×30 123 Dus Merk Roman/Platinum, Plafon PVC 48 M2, Kusen Aluminium, Cat Dulux, Listrik NYM 2,5mm Supreme.

Dengan tambahan 2 temuan baru ini, total potensi dugaan selisih kini bisa mencapai Rp 45 Juta – Rp 50 Juta dari total Rp 349.480.000.

DESAKAN:

Masyarakat dan Jemaat GMIM Getsemani Paslaten Satu yang sudah kerja bakti gratis merasa dibohongi. Mereka mendesak Kejari Minsel, Inspektorat, dan BPKP untuk bongkar LPJ, cek fisik septic tank apakah ada BioTank atau cuma lubang, dan tanya ke jemaat apakah mereka dibayar untuk pembersihan lahan atau kerja bakti.

Hak jawab Kepsek, Ketua Panitia, dan Kabid PAUD CM tetap terbuka.

*Penulis: Deki Losung | http://Liputan62.com | Tatapaan, Minsel, 20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *