Liputanberita62.com – JAKARTA. Dua puluh lima tahun yang lalu, Sharp memulai perjalanan luar biasa dalam menciptakan udara yang lebih bersih bagi dunia. Pada tahun 2000, di bawah kepimpinan ilmuwan Kazuo Nishikawa dari tim riset teknologi lingkungan Sharp di Osaka, Jepang, lahirlah sebuah terobosan yang mengubah cara manusia memandang udara, yaitu teknologi Plasmacluster Ion (PCI).
Terinspirasi oleh fenomena ion alami di alam, Nishikawa dan timnya mengajukan pertanyaan sederhana namun visioner, “Bisakah udara menjadi pelindung kesehatan manusia?” Dari penelitian tersebut, mereka menemukan cara mereplikasi keseimbangan ion positif dan negatif yang secara alami terbentuk di udara bersih pegunungan dan hutan. Hasilnya adalah sistem yang mampu menghasilkan ion positif (H⁺) dan ion negatif (O₂⁻) secara simultan, yang ketika bertemu diudara membentuk kembali molekul air (H₂O) setelah menetralkan virus, bakteri, dan partikel berbahaya.
Plasmacluster Ion: Standar Baru dalam Perlindungan Kualitas Udara
Sejak resmi diperkenalkan pada tahun 2000, Sharp terus mengembangkan dan memperkuat efektivitas teknologi ini melalui riset ilmiah berkelanjutan dan kolaborasi dengan lebih dari 40 lembaga riset independent dan universitas di 12 negara di dunia. Berbagai penelitian independen menunjukkan kemampuan Plasmacluster dalam menonaktifkan virus influenza, jamur, alergen, bahkan bau tidak sedap, sehingga memberikan udara yang lebih bersih dan sehat bagi penggunanya.
Komitmen Sharp untuk Masa Depan yang Lebih Sehat dan Berkelanjutan
Sharp terus memperluas penerapan PCI melalui inovasi berkelanjutan, termasuk dalam kendaraan, ruang publik, hingga perangkat wearable. Sharp menegaskan komitmennya untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi semua. Dari ide sederhana Kazuo Nishikawa di laboratorium Osaka hingga jutaan rumah tangga di seluruh dunia, Plasmacluster Ion telah membuktikan satu hal penting: udara bersih adalah hak setiap orang, dan inovasi adalah jembatannya.
(**/ Mardi)






























