Liputanberita62.com, Sitaro — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi ditutup pada hari ke-14 pelaksanaan operasi. Dua korban atas nama Andres Pianaung dan Leonel Pianaung dinyatakan hilang seiring dengan berakhirnya masa operasi SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado sekaligus Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., menyampaikan bahwa hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Seluruh potensi SAR telah dikerahkan dan pencarian dilakukan secara menyeluruh baik di darat maupun pesisir. Namun sampai dengan batas waktu operasi SAR ditambah 7 hari jadi 14 hari Pencarian Menyesuaikan 14 hari tanggap darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah Kab.Sitaro kedua korban belum berhasil ditemukan,” ujar George Mercy Randang.
Penutupan operasi SAR ditandai dengan pelaksanaan Apel Penutupan Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro dan diikuti oleh seluruh unsur Tim SAR Gabungan.

Dengan dilaksanakannya apel penutupan tersebut, maka operasi SAR resmi dihentikan. Adapun hasil akhir operasi SAR bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat 76 orang selamat, 17 orang meninggal dunia, dan 2 orang dinyatakan hilang.
Basarnas bersama seluruh unsur terkait menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam operasi SAR, serta mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak bencana. (**)






























