LEBAK- Liputanberita62.com , 18 Juni 2025 di sekretariat Forwatu Banten berkumpul unsur pimpinan Forwatu Banten dengan beberapa warga yang mengeluhkan sulitanya masuk PT PWI 6 yang harus menggunakan pendekatan titipan uang dan orang dalam.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik percaloan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Hal tersebut disampaikannya dalam acara bertajuk “Stop Percaloan: Melalui Pembangunan Komitmen Bersama untuk Rekrutmen Tenaga Kerja yang Adil dan Transparan”, yang digelar di Kantor Pengelola Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).
Melihat peristiwa tersebut presidium Forwatu Banten kembali melakukan Rapat Terbatas (RATAS) mengingat kejadian semacam ini pernah dikritisi oleh Forwatu Banten saat melakukan aksi di berbagai perusahaan di wilayah Banten.
“Regulasi nya jelas, Sebagai langkah preventif, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 yang mewajibkan pelaporan lowongan kerja secara terbuka dan transparan melalui platform SIAPkerja. Kemudian perilaku dugaan percaloan yang kami dapatkan informasi dari 3 sampai 5 juta itu melanggar hukum dan masuk ranah Pidana!” Tegas Arwan.
“Kami cari akarnya, apakah ini Massive atau hanya oknum tertentu? Jika ada pihak Top Manajemen yang terlibat kita pastikan satu Minggu PT. PWI 6 Off produksi karena akan ada Aksi Massa bergantian disana! Saya siapkan nama Gabungan Ormas- nya di Lebak!” Lanjut Arwan.
Masih kata Arwan, dirinya akan melakukan Investigasi awal dan Pernyataan Sikap di depan PT. PWI 6.
“Sementara Saya akan lakukan Investigasi dan Minggu esok kita buat pernyataan sikap di depan PWI mengundang berbagai ormas untuk ikut serta menyuarakan aspirasi yang kemungkinan banyak mendapatkan aduan!” Tutup pria yang menahkodai Pimpinan Ormas Banten Pulih se Banten ini.
Sementara itu, mitra organisasi Forwatu Banten yang terlibat banyak lakukan gerakkan bersama ormas Forwatu menyatakan kesiapannya jika di minta untuk aksi oleh presidium.
“Sudah Gas jangan kasih ampun ini sudah jadi atensi pihak APH!” Ungkap Maman Sekretaris LSM Lentera.
Ahmad Khotib Kaperwil Banten




































