Perjuangan Berat Warga Tapteng Pascabanjir Bandang: Satu Jam Demi Setetes Air Bersih

Tapteng Sumut, Liputanberita62.com – Pascabanjir Bandang belum berakhir setelah kawasan mereka diterjang banjir bandang pada Selasa, 25 November lalu. Selain harus membersihkan rumah dari timbunan lumpur setinggi betis, warga kini menghadapi krisis air bersih yang memaksa mereka melakukan perjalanan ekstrem: berenang, merangkak, dan naik turun bukit selama satu jam.

Di Kampung Martua Poring, Kelurahan Tukka, terlihat sejumlah warga, termasuk Anwar Siregar, masih berjibaku membersihkan sisa lumpur beku.

Mereka harus menggunakan tenaga ekstra dengan mencangkul sebelum menyekop endapan lumpur agar rumah bisa kembali dihuni.

“Lumpur-lumpur yang sudah mengeras tak bisa lagi kalau cuma ditarik. Warga harus menggunakan tenaga ekstra mencangkulnya terlebih dahulu,” demikian laporan dari lokasi.

Pasca-bencana, warga di kampung ini sempat terisolasi selama satu minggu penuh karena putusnya jembatan penghubung dan padamnya listrik akibat tiang yang tumbang.

Bantuan logistik baru tiba setelah tujuh hari, dan itupun jumlahnya masih terbatas.

Selama masa isolasi, Anwar dan tetangga lainnya terpaksa berbagi stok makanan yang tersisa seperti beras dan mie instan.

“Kami mendapat bantuan itu setelah seminggu dari masyarakat yang membantu lah,” ujar Anwar Siregar di rumahnya, Minggu (7/12/2025). “Selama terisolasi, kami makan seadanya, nasi, mie instan. Tidak berharap kenyang, yang penting perut terisi.” katanya.

Setelah akses jalan mulai terbuka, masalah baru muncul: ketiadaan air bersih. Untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan buang air, warga hanya mengandalkan air kemasan bantuan.


Namun, demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, Anwar dan warga lainnya harus menempuh cara yang sangat sulit.

“Kalau dari sini kita menyeberang sungai, naik ke bukit, merangkak untuk ngambil air,” jelas Anwar. Perjalanan ini memakan waktu hingga satu jam pulang pergi. “Bisa 1 jam menyeberang sungai, naik ke bukit karena di bukit pun ada longsor.” tutup Anwar.

(Ibrahim Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *