Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di STIKES Kendedes, Jajaki Implementasi Nilai Pancasila Lewat Dunia Pendidikan

Berita, Nasional212 Dilihat

Malang – Liputanberita62com Di tengah tantangan krisis nilai kebangsaan dan maraknya ujaran kebencian berbasis SARA, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, S.Psi, di Kota Malang menjadi ruang strategis untuk menjajaki peluang penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui dunia pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan/STIKES Kendedes Malang, Senin (15/12/2025), tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berkembang sebagai forum reflektif dan dialog kritis mengenai peran pendidikan formal dan nonformal dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, mahasiswa STIKES Kendedes Malang, serta perwakilan Komunitas PKBM Malang.

Narasumber kegiatan, Dr. Agus Dwi Sasono, SE., M.Si., AK, dalam paparannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan memiliki peluang besar sekaligus tanggung jawab strategis dalam membumikan Empat Pilar MPR RI. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus melampaui pendekatan normatif dan hafalan semata.

Menurut Agus, masih terdapat tantangan serius dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan, di mana sebagian institusi belum sepenuhnya menjadikan Pancasila sebagai nilai hidup yang tercermin dalam perilaku dan kultur keseharian peserta didik.

“Gejala penyimpangan perilaku generasi muda, meningkatnya intoleransi, serta konflik berbasis identitas menjadi sinyal bahwa pendidikan kebangsaan perlu pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ruang digital yang saat ini menjadi medan baru penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA, yang apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai kebangsaan, berpotensi menggerus persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Kondang Kusumaning Ayu menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus dipahami sebagai fondasi hidup berbangsa dan bernegara, bukan sekadar jargon atau formalitas kegiatan.

“Dunia pendidikan adalah pintu masuk paling strategis untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan relevan. Negara harus hadir tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui penguatan ekosistem pendidikan,” ujar Kondang.

Ia juga mendorong agar pendidikan nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pendidikan kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan harapan agar sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi ditindaklanjuti dengan program pelatihan, pendampingan, serta model implementasi nyata di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai simbol komitmen moral bersama. Namun demikian, peserta menekankan bahwa komitmen tersebut harus diwujudkan dalam kebijakan yang berkelanjutan, pengawasan pendidikan yang konsisten, serta keberanian semua pihak untuk menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam praktik kehidupan berbangsa.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di STIKES Kendedes Malang ini menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peluang besar sebagai garda terdepan dalam memperkuat ideologi bangsa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *