LEBAK, BANTEN –LiputanBerita62.com Di tengah tenda perjuangan Gerakan Bangun Huntara (GERBANG HUNTARA) di Cigobang, Kabupaten Lebak, suasana haru bercampur semangat tampak jelas ketika Forwatu Banten menggelar launching penjualan Kue Pasung. Acara ini bukan sekadar jual beli makanan ringan, tetapi menjadi simbolik pelepasan “pasungan” harapan warga yang telah bertahan bertahun-tahun di Hunian Sementara (Huntara).
Ketua Forwatu Banten, Arwan, menegaskan bahwa Kue Pasung adalah lambang ketabahan warga: “Setiap kue yang terjual hari ini, mewakili harapan yang perlahan terbebas dari belenggu kesulitan. Inilah cara simbolik kami, mengekspresikan dukungan nyata bagi masyarakat yang selama ini hanya bisa menunggu janji pembangunan Huntara,” ujarnya, Rabu (15/01/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk LSM GMBI, ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung, wartawan lokal, dan aktivis mahasiswa. Mereka ikut serta dalam pelepasan simbolik kue pasung, yang menurut mereka mewakili “bebas dari pasungan ketidakpastian” yang selama ini membelenggu warga.
King Naga, Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, menambahkan: “Bukan hanya tentang kue atau simbolik belaka, ini tentang keberpihakan pemerintah daerah terhadap rakyatnya. Selama enam tahun, warga tetap bertahan di Huntara, sementara proyek besar seperti rehabilitasi alun-alun Rangkasbitung menelan miliaran rupiah. Apakah ini adil? Kue Pasung adalah bentuk kritik sosial yang manis sekaligus tajam,” tuturnya panjang lebar sambil menunjuk tenda perjuangan GERBANG HUNTARA.
Selain itu, Dewan Pimpinan Cabang Badak Banten Rangkasbitung memberikan bantuan berupa pasir dan herbal, sebagai dukungan material dan simbolik bagi warga Huntara. Menurut Ketua DPC Badak Banten Rangkasbitung: “Bantuan ini mungkin kecil, tapi ini bukti nyata bahwa kami hadir di tengah mereka, bukan hanya lewat kata-kata,” katanya.
Acara launching Kue Pasung ditutup dengan doa bersama dan zikir yang dipimpin tokoh masyarakat setempat, menandai harapan baru bagi warga Cigobang yang selama ini terpasung dalam ketidakpastian.


































