Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Praktik perjudian gelanggang permainan (gelper) kembali mencuat di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan publik berada di Komplek SBC, tepatnya di belakang Paradep, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur.
Tempat ini diketahui menjalankan operasional permainan tembak ikan yang diduga kuat sebagai kedok aktivitas judi terselubung.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana di lokasi tersebut selalu ramai. Mesin-mesin tembak ikan beroperasi nyaris tanpa henti, menarik pemain dari berbagai kalangan usia.
Meski mengklaim sebagai tempat hiburan, pengunjung mempertaruhkan uang tunai dengan harapan memperoleh kemenangan besar—ciri khas praktik perjudian.
Kondisi ini menuai keresahan masyarakat sekitar. Warga menilai kehadiran gelper tersebut membawa dampak negatif, seperti meningkatnya angka kriminalitas, kerusakan moral generasi muda, hingga konflik dalam rumah tangga akibat kecanduan berjudi.
“Kami sangat resah. Aktivitas ini jelas merusak, tapi seolah dibiarkan begitu saja,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sorotan tajam pun datang dari organisasi masyarakat sipil. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B), Henderson Silalahi, mengecam lemahnya penegakan hukum atas maraknya gelper ilegal tersebut. Ia menduga ada pembiaran dari aparat penegak hukum (APH).
“Tempat ini sudah lama beroperasi. Kami sangat menyayangkan sikap aparat yang terkesan tutup mata,” kata Henderson kepada awak media.
Henderson juga mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk turun langsung menangani persoalan ini. Ia menilai upaya penertiban di tingkat lokal tidak berjalan efektif.
“Kami minta Kapolda Sumut tidak tinggal diam. Harus ada tindakan nyata untuk menutup dan menindak tegas pelaku usaha gelper berkedok judi ini. Kalau dibiarkan, praktik ini bisa menyebar ke daerah lain,” tegasnya.
Tak hanya itu, salah seorang anggota DPRD kota Siantar dari Komisi I Bapak Robin Manurung mengatakan kepada awak media kami kalau Bapak Robin Manurung dan masyarakat sekitar komplek ini SBC sangat terganggu dengan adanya judi Gelanggang permainan (Gelper) jika tidak ada langkah konkret dari pihak berwenang yaitu aparat penegak hukum bapak Robin Manurung salah seorang anggota DPRD kota Siantar dari komisi I akan turun langsung kelokasi agar tempat Judi gelanggang permainan tersebut segera ditutup.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas, kami akan turun ke jalan. Kami tidak ingin Siantar menjadi ladang subur perjudian berkedok hiburan,” ujar Henderson.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Pematang Siantar maupun Pemerintah Kota terkait keberadaan gelper di Komplek SBC. Aktivitas di lokasi tersebut pun masih berlangsung seperti biasa, memperlihatkan lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan dalam penindakan.
Masyarakat pun berharap suara mereka tidak diabaikan. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin Kota Pematang Siantar akan tercoreng sebagai wilayah yang memberi ruang bagi praktik perjudian terselubung, yang pada akhirnya menghancurkan moral serta masa depan generasi muda.
(Ibrahim Saragih)


































