Diduga Pungli Kegiatan Pentas Seni Siswa (Pensi) di SMAN 1 Dolok Batunanggar Simalungun Mencuat.

Simalungun Sumut,Liputanberita62.com – Kasus pungutan liar (Pungli) didunia pendidikan, khususnya sekolah negeri,masih marak terjadi dengan 28% temuan KPK,pada PPDB 2024 terkait manipulasi jalur masuk dan biaya baju seragam.

Modus utama meliputi jual beli kursi,iuran pembangunan,uang baju seragam ke rekening pribadi,hingga ancaman penahanan ijazah/ujian.Praktik inikerap berkedok sumbangan sukarela namun ditentukan nominalnya.

Berbeda halnya model pungli di SMAN 1 Dolok Batunanggar,Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara berkedok uang Pentas Seni Siswa (Pensi) dengan dalil atas persetujuan Komite Sekolah.

Sang Kepsek berlindung pada persetujuan Komite Sekolah,walau pada hakekatnya tidak pernah meminta persetujuan dari seluruh orang tua/wali siswa.

Padahal untuk kebutuhan dana pendidikan sekolah yang disebut-sebut tidak dapat dipenuhi Dana BOS Kepsek yang katanya bersama Komite Sekolah telah menetapkan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau sering disebut Dana Komite Sekolah yang bentuknya suka rela namun ditetapkan nominalnya Rp.100 ribu.

Terkhususnya pungli Pensi,informasi yang kami dapat dari Siswa,mereka dikenakan biaya Rp.35.000 tiap siswa,sehingga untuk kegiatan tidak menelan banyak biaya tersebut sangat Kepsek dapat meraih keuntungan atau penghasilan tambahan.

August Sinaga, SPd, MAP Kepala Cabang Dinas (Kecabdis) Wilayah VI meliputi Siantar Simalungun Dinas Pendidikan Provinsi Sumut saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan akan memerintahkan Kasi SMA untuk memanggil dan meminta klarifikasi tertulis ke Kepsek SMAN 1 Dolok Batunanggar.Rabu (22/4/2026)

“Siang pak,Tks infonya biar berimbang sesuai UU Pers akan saya tugaskan Kasi SMAN untuk memanggil Kepsek meminta klarifikasi tertulis terkait info yang Bapak kirim,Terimakasih,mauliate,diatetupa,”jawab Kecabdis.

Hingga berita ini dilayangkan kemeja redaksi media kami,sang Kepsek belum dapat dimintai tanggapan dan pernyataannya karena pada saat ditemui ke sekolah,katanya sedang Diklat ke Medan.sementara diminta no yang bisa dihubungi,salah seorang anggota Komite Sekolah mengatakan kepada awak media kami tidak mengetahui nomor sang Kepsek tersebut.

Anehnya,salah seorang yang mengaku anggota Komite Sekolah bermarga Garingging mencoba menyogok awak media kami dengan menyodorkan uang sebesar Rp.200 ribu dengan permintaan agar tidak memberitakan tindakan pungli tersebut.(Ibrahim Saragih/Susanti MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *