TAMBANG RAKYAT TAK SELALU BURUKKoperasi Bumi Kiara Bedah Rumah Warga Simpenan, Hadirkan Harapan Nyata

Tambang Rakyat Tak Selalu Buruk: Koperasi Bumi Kiara Bangun Rumah Warga Simpenan, Tebar Harapan Nyata

LiputanBerita62.com SUKABUMI — Di tengah stigma yang kerap menyelimuti aktivitas tambang rakyat, secercah narasi berbeda justru tumbuh dari Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Bukan tentang kerusakan, melainkan tentang kepedulian. Bukan sekadar menggali sumber daya, tetapi juga menanam harapan bagi sesama.

Melalui langkah nyata, Koperasi Bumi Kiara menunjukkan bahwa tambang rakyat dapat menjadi jembatan menuju kesejahteraan. Komitmen itu diwujudkan lewat program pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi warga kurang mampu.

Pada Minggu (3/5/2026), bantuan tersebut menyentuh hati seorang warga, Ibad, yang tinggal di Kampung Babakan Kiara Koneng, RT 27/RW 07, Desa Kertajaya.

Rumah yang sebelumnya berdiri dalam kondisi memprihatinkan, kini perlahan bangkit. Dinding-dinding baru mulai tersusun, atap yang lebih layak mulai menaungi. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, hadir pula rasa aman, ketenangan, dan harapan yang lama dinantikan.

Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial koperasi yang bersumber dari hasil tambang rakyat.

“Yang kami bangun hari ini bukan hanya rumah, tetapi juga harapan. Dari sini kami berharap tumbuh kebahagiaan, ketenangan, dan keberkahan bagi keluarga yang menempatinya,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan, program rutilahu ini akan terus dilaksanakan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Koperasi tidak hanya berorientasi pada usaha. Ia harus hadir memberi dampak sosial. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, sekaligus meringankan beban pemerintah daerah,” lanjutnya.

Di sisi lain, haru tak terbendung dari wajah Ibad. Bantuan ini baginya bukan sekadar rumah baru, melainkan titik balik kehidupan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini bukan hanya bantuan, tapi harapan baru bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dengan keberkahan berlipat, dilancarkan rezekinya, dipanjangkan umur dalam kebaikan, dan menjadikan Koperasi Bumi Kiara terus maju serta selalu menjadi jalan kebaikan bagi masyarakat kecil seperti kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah ini menjadi penegas: tambang rakyat tidak selalu identik dengan dampak negatif. Ketika dikelola dengan tanggung jawab dan hati nurani, ia mampu melahirkan nilai yang lebih dari sekadar ekonomi—yakni manfaat sosial yang nyata, yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

(Achmad Khotib Kaperwil Banten )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *