Simalungun Sumut,Liputanberita62.com-Respons cepat dan pendekatan humanis ditunjukkan jajaran Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun.
Seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sempat meresahkan warga karena menggali kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim, Jalan Mawar, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, berhasil ditangani secara terpadu hanya dalam waktu satu hari, Senin (4/5/2026).
Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., turun langsung memimpin penanganan di lapangan setelah menerima laporan warga sekitar pukul 11.30 WIB.
Tanpa menunda waktu, ia bersama personel segera menuju lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberikan pertolongan kepada pria tersebut.
“Situasi seperti ini harus ditangani cepat. Bukan hanya untuk menjaga ketenangan masyarakat, tetapi juga demi keselamatan dan pemulihan orang yang bersangkutan,” ujar AKP Hengky.
Di lokasi, petugas mendapati pria tersebut dalam kondisi memprihatinkan. Pendekatan persuasif dan penuh empati dilakukan.
Tidak hanya diamankan, pria itu juga diberi makan, dimandikan, serta mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan Poskesdes setempat.
Langkah selanjutnya, Kapolsek langsung berkoordinasi lintas instansi bersama Camat Siantar M. Iqbal, S.STP., M.SP. Sinergi cepat antara kepolisian, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga Dinas Sosial Kabupaten Simalungun menghasilkan solusi konkret.
Pria tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Anju Haloho, untuk selanjutnya dirujuk ke Yayasan Bina Kasih Bersinar Perdagangan guna mendapatkan perawatan medis dan rehabilitasi sosial secara menyeluruh.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Polsek Gunung Malela.
“Apa yang dilakukan ini mencerminkan Polri yang humanis dan berintegritas. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan warga yang membutuhkan pertolongan mendapatkan penanganan yang layak,” ungkapnya.
Penanganan ini turut melibatkan sejumlah personel Polsek Gunung Malela, perangkat desa, serta tenaga kesehatan. Seluruh proses, mulai dari laporan warga hingga penanganan lanjutan, berhasil diselesaikan dalam satu hari.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas instansi dapat berjalan efektif, menghadirkan solusi cepat, sekaligus menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap penanganan di tengah masyarakat. (Ibrahim Saragih)






























