Masyarakat Sekitaran Perkebunan PT.Sipef Marah,Para Pendemo ke PT.Sipef Palang Jalan dan Gigit Jari.

Simalungun Sumut,Liputanberita62.com – Masyarakat sekitaran perkebunan PT.Sipef marah langsung memalang jalan kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun yang sering melintas menuju Nagori Bukit Maraja.

Kemarahan masyarakat dipicu karena puluhan massa yang sedang melakukan aksi demonstrasi menutup jalan.

Tiga unit mobil dihentikan dibadan jalan,sehingga truk pengangkut tangki CPO tidak dapat dilewati.

Alhasil,masyarakat atau pengguna jalan menuju Nagori Bukit Maraja juga tidak dapat melintas,karena lumpuh total.

“Ulah puluhan demonstran memalangkan mobil,membuat truk tangki tidak bisa melintas,sehingga jalan menuju rumah kami di Nagori Bukit Maraja lumpuh,”ungkap Bapak Darwin mengaku warga Bukit Maraja,Rabu (13/4/2026)

Dirinya meminta,agar para demonstran tidak melakukan aksi serupa dijalan menuju Nagori Bukit Maraja karena sudah membuat warga sekitar terganggu.

“Kepada seluruh demonstrasi,kami meminta jangan melakukan aksi dijalan tadi.kami sebagai masyarakat tidak terima,karena jalan ini milik umum yang sering digunakan masyarakat,tegas pria bertubuh tegap.

Senada,akibat ulah aksi puluhan demonstrasi dinilai mengganggu kepentingan umum sehingga warga membrontak,secara spontan,masyarakat tertawa gembira setelah tiga unit mobil berhasil disingkirkan.

Tak cukup hanya tertawa,sesuai ratusan masyarakat berhasil menyingkirkan mobil dengan cara mendorong ke seberang badan jalan,suara klakson mobil saling sahut menyahut turut memeriahkan suasana.

“Bersyukurlah bisa membrontak dan melawan puluhan demonstran.kalau tidak dilakukan,sampai malam kami disini.jangankan mobil,sepeda motor saja tidak bisa melewati.kalau sampai malam tidak bisa lewat,bagaimana nasib anak kami ditumah,”ungkap Darwin warga Nagori Bukit Maraja.

Pantauan awak media kami Liputanberita62.com dilapangan,jumlah para demonstran yang melakukan aksi diperkirakan bersekitar 60 orang.

Aksi yang sempat membuat masyarakat sekitar perkebunan PT.Sipef resah karena akses jalan ditutup kurang lebih ada tiga jam,bernafas lega sekira jam 17.00 WIB,akhirnya bisa dapat dilintasi masyarakat.para pendemo terlihat gigit jari.(Ibrahim Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *