Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Organisasi kepemudaan Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) di Kota Pematangsiantar menegaskan komitmen menjaga persatuan dan sinergi dalam menciptakan kondusivitas daerah. Kedua organisasi juga membantah berbagai isu miring terkait hubungan mereka yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut mencuat dalam pertemuan Ketua DPD IPK Kota Pematangsiantar, Rony Jou Raja Simbolon, dengan Ketua MPC PP Kota Pematangsiantar, Ronald Darwin Tampubolon.
Kedua tokoh pemuda itu menegaskan bahwa hubungan IPK dan PP di Kota Pematangsiantar bukan rivalitas, melainkan hubungan layaknya abang dan adik yang selama ini terjalin baik di tengah dinamika organisasi kepemudaan.
Ketua DPD IPK Kota Pematangsiantar, Rony Jou Raja Simbolon, mengatakan Kota Pematangsiantar merupakan daerah yang menjunjung tinggi toleransi, termasuk dalam kehidupan organisasi kepemudaan. Karena itu, komunikasi dan dialog harus terus dijaga agar tidak muncul kesalahpahaman yang dapat memecah persatuan.
“Pertemuan ini menjadi bukti bahwa IPK dan PP tetap harmonis. Kita ingin menjaga Kota Siantar tetap aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan lintas suku, ras, dan golongan,” ujar Rony, kamis (14/5/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa IPK mendukung penuh terciptanya komunikasi yang sehat antarorganisasi kepemudaan demi mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua MPC PP Kota Pematangsiantar, Ronald Darwin Tampubolon, menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk mematahkan anggapan negatif mengenai hubungan PP dan IPK.
“Selama ini ada persepsi di masyarakat bahwa PP dan IPK tidak harmonis. Hari ini kita tunjukkan bahwa itu tidak benar. PP dan IPK satu, abang dan adik di Kota Pematangsiantar,” ungkap Ronald.
Ronald juga mengungkapkan bahwa berbagai isu yang beredar selama ini diduga sengaja dimainkan pihak tertentu untuk menciptakan jarak di antara kedua organisasi. Namun setelah dilakukan komunikasi secara langsung, keduanya menyadari hubungan IPK dan PP selama ini tetap berjalan baik dan tidak pernah terjadi bentrokan.
“Kami menilai ada upaya mengadu domba. Tapi hari ini kami duduk bersama dan menunjukkan bahwa hubungan kami tetap baik. Tidak hanya IPK, organisasi kepemudaan lainnya juga saudara bagi PP,” ujarnya.
Menurut Ronald, organisasi kepemudaan di Kota Pematangsiantar harus menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan persatuan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa PP siap bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, untuk mendukung kemajuan Kota Pematangsiantar.
Pesan persatuan yang disampaikan kedua pimpinan organisasi tersebut menjadi penegasan bahwa stabilitas sosial di Kota Pematangsiantar tidak dapat dipisahkan dari peran pemuda sebagai penjaga keharmonisan.(Ibrahim Saragih)

































