LiputanBerita62.com SUKABUMI – Asap masih terlihat membumbung dari sisa puing-puing bangunan ketika duka menyelimuti Kampung Bojong Deet, RT 29 RW 07, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (31/5/2026). Dalam hitungan menit, kobaran api meluluhlantakkan dua rumah milik Adis dan Saepuloh hingga rata dengan tanah, menyisakan kepedihan sekaligus harapan untuk bangkit kembali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api yang dengan cepat membesar membuat warga berupaya keras melakukan penyelamatan seadanya. Namun derasnya kobaran api menyebabkan sebagian besar harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah itu menjadi pukulan berat bagi kedua keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan hidup yang selama ini mereka miliki.
Di lokasi kejadian, tumpukan seng yang menghitam, kayu-kayu yang hangus, serta perabot rumah tangga yang tak lagi berbentuk menjadi saksi bisu dahsyatnya amukan api. Sisa-sisa kehidupan yang selama bertahun-tahun dibangun kini berubah menjadi puing dan abu. Sejumlah warga tampak bergotong royong membersihkan reruntuhan, sementara keluarga korban berusaha mencari dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan. Di tengah kepedihan yang menyelimuti, kebersamaan dan kepedulian warga menjadi penguat bagi korban untuk tetap tegar menghadapi cobaan tersebut.
Di tengah suasana penuh keprihatinan, kepedulian hadir memberikan secercah harapan. Jajaran Koperasi Bumi Kiara yang dipimpin Ketua Koperasi, Aji Gunawan, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada para korban.
Aji Gunawan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian sosial terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Pak Adis dan Pak Saepuloh. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan. Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban para korban,” ujar Aji Gunawan.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Bumi Kiara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan saat warga membutuhkan uluran tangan.
“Sejak awal kami berkomitmen bahwa koperasi ini bukan hanya bergerak di bidang usaha tambang rakyat, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat. Ketika ada musibah seperti ini, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu,” katanya.
Bantuan yang diberikan disambut haru oleh para korban. Di tengah situasi yang serba sulit, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi mereka untuk tetap tegar menghadapi cobaan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Aji dan jajaran Koperasi Bumi Kiara yang sudah datang langsung memberikan bantuan. Di tengah kondisi seperti sekarang, bantuan ini sangat berarti dan membuat kami merasa terbantu,” ungkap Adis.
Hal senada disampaikan Saepuloh. Ia mengaku terharu atas kepedulian yang diberikan setelah rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh keluarganya hangus dilalap api.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Koperasi Bumi Kiara. Terima kasih kepada Pak Aji dan semua pihak yang sudah peduli kepada kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujarnya.
Warga sekitar turut mengapresiasi langkah cepat Koperasi Bumi Kiara yang langsung hadir di lokasi pascakebakaran. Mereka berharap kepedulian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Musibah yang menghanguskan rumah Adis dan Saepuloh menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang tanpa peringatan. Namun di balik peristiwa yang menyisakan duka itu, tumbuh nilai kemanusiaan yang memperlihatkan bahwa solidaritas sosial masih hidup dan menjadi kekuatan penting bagi masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan.
Catatan Kaperwil Banten
Kebakaran mungkin meluluhlantakkan bangunan dan harta benda dalam sekejap, namun tidak mampu memadamkan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat. Kepedulian yang ditunjukkan kepada korban menjadi bukti bahwa di balik setiap musibah, selalu ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu dan menguatkan sesama. Ketika api telah padam dan puing-puing mulai dibersihkan, harapan baru perlahan tumbuh dari solidaritas yang hadir tanpa diminta. Inilah wajah kemanusiaan yang sesungguhnya—hadir bukan saat keadaan mudah, melainkan ketika sesama sedang membutuhkan.
| Edisi Nasional | 31 Mei 2026)

































