Siantar, Sumut Liputanberita62.com
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dan para kepala daerah di Sumur menghadiri Pembukaan Pekan Inovasi Investasi Sumatera Utara (PIISU). Kegiatan ini digelar di Open Stage Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Kamis (11/06/2026).
Kegiatan yang digelar 10-13 Juni 2026 tersebut, diisi dengan Pameran/Exhibition Produk-produk Unggulan, Business Matching, dan Pagelaran Seni.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya mendorong para bupati dan wali kota se-Sumut memperkuat pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui penerapan feasibility study atau studi kelayakan usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar pengembangan UMKM dilakukan secara lebih terukur, berbasis data, dan mampu menarik minat investor.
Menurut Bobby, studi kelayakan akan membantu pemerintah daerah menilai potensi usaha secara objektif, menentukan arah pengembangan UMKM, serta mempermudah akses pembiayaan dari perbankan maupun program bantuan pemerintah.
“Jadi jika bapak ibu ingin menawarkan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tinggal membawa data UMKM yang sudah memiliki studi kelayakan. UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis kelayakannya secara terstruktur agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Bobby menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, kemudahan perizinan berusaha, serta fasilitasi sertifikasi halal. Selain itu, UMKM didorong meningkatkan kualitas dan kuantitas produk agar mampu menjalin kemitraan dengan pelaku usaha besar serta memperluas akses pasar.
Pada kesempatan ini, Bobby menegaskan inovasi dan investasi merupakan dua pilar utama dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Sumut di tingkat nasional maupun internasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Inovasi harus terus didorong, sementara investasi perlu difasilitasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bobby.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan PIISU 2026, mulai pameran inovasi daerah, promosi peluang investasi, forum bisnis, temu investor, business matching, hingga pertunjukan seni dan budaya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dan masyarakat.
“Melalui PIISU 2026, kita berharap lahir peluang investasi baru, semakin kuatnya UMKM, terciptanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumut Nubaity Harahap mengatakan, PIISU 2026 mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Menuju UMKM Sumut Berkah”. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi daerah, peluang investasi, produk unggulan UMKM, serta potensi pariwisata Sumut kepada investor dan masyarakat luas.
Pembukaan PIISU 2026 juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM.
Wali Kota Wesly usai acara menyambut positif dalam hal memastikan UMKM menerapkan studi kelayakan. Hal ini bertujuan meminimalisir risiko kegagalan usaha dan menarik minat investor.
“Melalui pendekatan ini, Pemko Pematangsiantar dapat mengevaluasi kelayakan bisnis UMKM secara menyeluruh,” sebut Wesly.
(S.Sitorus).

































