Lebak, LiputanBerita62.com– Tidak ada yang menyangka, di tengah aktivitas tambang pasir yang biasanya dipenuhi lalu lalang kendaraan pengangkut material, sebuah peristiwa tragis terjadi dan mengundang perhatian banyak pihak. Seorang pemuda berinisial MA (26), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di kawasan tambang pasir sedot milik PT Pasir Alam Makmur (PAM), Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (12/6/2026) siang.
Korban yang diketahui bekerja sebagai kenek mobil tambang pasir itu ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB di dekat sebuah saung yang berada di area tambang. Saat ditemukan, tubuh korban berada di bawah pohon mangga dengan leher terlilit tali tambang yang terikat pada batang pohon tersebut.
Penemuan jenazah itu sontak menggegerkan para pekerja tambang yang sedang beraktivitas. Suasana yang sebelumnya berjalan normal berubah menjadi kepanikan dan duka ketika kabar tersebut menyebar di lokasi kejadian.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang sopir truk pasir bernama Ndin (47). Saat hendak menuju area sekitar lokasi untuk buang air, ia melihat sesosok pria di bawah pohon dan sempat mengira korban sedang berdiri.
“Saya mau buang air ke bawah. Saya lihat ada orang berdiri. Saya samperin dan saya tanya, tetapi tidak menjawab. Saat saya dekati, ternyata sudah tergantung dengan tali di lehernya,” ujar Ndin.
Kaget dengan temuan tersebut, Ndin segera mencari bantuan dan melaporkan kejadian itu kepada pekerja tambang lainnya sebelum informasi diteruskan kepada aparat kepolisian.
“Lalu saya lari ke Pak Cecep laporan. Pak Cecep ada orang bunuh diri. Setelah itu saya kembali ke lokasi,” katanya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Seluruh proses masih berada dalam tahap penyelidikan guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.
Ndin mengaku tidak mengenal korban secara dekat dan belum pernah melihat korban berada maupun bekerja di lokasi tersebut sebelumnya.
“Saya tidak tahu. Saya baru dua kali ke sini. Sebelumnya juga belum pernah lihat dia bekerja atau berada di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung, Herman, membenarkan adanya penemuan jenazah seorang laki-laki di kawasan tambang pasir Desa Nameng tersebut.
“Benar, ditemukan sesosok mayat laki-laki. Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” ujar Herman.
Menurutnya, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi serta melakukan koordinasi dengan Tim Inafis Polres Lebak guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres. Untuk informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai dilakukan,” jelasnya.
Hingga Jumat sore, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai keterangan yang dianggap penting untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Peristiwa tersebut tidak hanya menarik perhatian para pekerja tambang, tetapi juga warga sekitar yang berdatangan ke lokasi setelah mendengar kabar penemuan jenazah. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan di sekitar area kejadian guna mendukung proses penyelidikan dan mencegah gangguan terhadap pemeriksaan yang sedang berlangsung.
Kepergian MA di usia yang masih muda menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta kerabat yang mengenalnya. Sementara itu, berbagai pertanyaan terkait penyebab kematiannya masih menunggu jawaban dari hasil penyelidikan resmi aparat penegak hukum.
Hingga matahari mulai condong ke barat, garis polisi masih membentang di sekitar lokasi. Di bawah rindangnya pohon mangga yang menjadi saksi bisu peristiwa tersebut, petugas terus bekerja mengumpulkan fakta demi fakta untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda asal Bogor itu.
LiputanBerita62.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan fakta serta hasil penyelidikan resmi pihak berwenang.






























