Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar mencatat 61 kejadian bencana dan operasi penanganan darurat sepanjang semester pertama 2026, yakni Januari hingga Juni. Dari jumlah tersebut, kejadian pohon tumbang dan kebakaran menjadi yang paling dominan.
Berdasarkan data BPBD Pematangsiantar, jumlah kejadian meningkat signifikan pada triwulan kedua tahun ini.
Pada triwulan pertama (Januari–Maret), BPBD menangani 23 kejadian yang terdiri atas 11 kebakaran, enam pohon tumbang, tiga tanah longsor, dua kegiatan evakuasi, dan satu puting beliung.
Sementara pada triwulan kedua (April–Juni), jumlah kejadian meningkat menjadi 38 kasus, terdiri atas 18 pohon tumbang, tujuh kebakaran, lima tanah longsor, tiga banjir, tiga kegiatan evakuasi, dan dua puting beliung.
Secara akumulatif selama enam bulan terakhir, BPBD menangani 24 kejadian pohon tumbang, 18 kebakaran, delapan tanah longsor, lima kegiatan evakuasi, tiga banjir, dan tiga puting beliung. Sementara untuk operasi Search and Rescue (SAR), tidak terdapat penanganan sepanjang semester pertama tahun ini.
Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengatakan tingginya angka kejadian pohon tumbang dan kebakaran menjadi perhatian serius pihaknya. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu dengan hujan lebat yang kerap disertai angin kencang menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kejadian bencana.
“Pohon tumbang masih menjadi kejadian yang paling banyak kami tangani selama enam bulan pertama tahun ini. Karena itu, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk memberikan respons cepat kepada masyarakat ketika terjadi bencana,” ujar Idris Harahap kepada Mistar.id, Jumat (12/6/2026).
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Idris mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras serta segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jika ada pohon yang miring, lapuk, atau berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, segera laporkan kepada pemerintah atau BPBD agar dapat ditindaklanjuti lebih cepat,” tegasnya.
Ke depan, BPBD Pematangsiantar berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi guna meningkatkan upaya mitigasi dan pencegahan dini. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material, sekaligus membangun kesadaran masyarakat menuju Kota Pematangsiantar yang tangguh terhadap bencana.(Ibrahim Saragih)



































