Cirebon | Liputanberita62.com – Kepulangan Dede April ke kampung halamannya di Cirebon Timur menjelma menjadi perayaan rakyat. Sejak pagi, ribuan warga memadati sejumlah titik jalan utama, bukan sekadar untuk menyambut idolanya, namun untuk merayakan mimpi anak daerah yang berhasil menembus panggung nasional lewat ajang Dangdut Academy.
Antusiasme warga terlihat mengalir di sepanjang jalur yang dilalui Dede April. Mulai dari Jalur Pantura Mundu, Pertigaan Kanci, Balai Desa Kanci,Desa Buntet,Desa Mertapada Wetan dan Kulon, Karomah Toserba,Kecamatan Lemahabang hingga kawasan Lapangan Desa Pasuruan dan Blok Kesungka, Desa Kalibuntu, warga berdiri berjejer di pinggir jalan. Ponsel terangkat, kamera menyala, dan sorak bangga terdengar setiap kali rombongan yang ditunggu melintas.

Keramaian juga terpantau di depan salah satu toko swalayan di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Kabar bahwa Dede April akan memenuhi undangan di lokasi tersebut membuat warga berbondong-bondong datang sejak pagi hari. Bukan hanya remaja, anak-anak hingga orang tua ikut larut dalam suasana.
Menariknya, meski ribuan orang turun ke jalan, situasinya tetap aman dan nyaman. Warga dengan sadar menjaga demi bisa menyaksikan momen kepulangan putra daerah yang kini menjadi simbol harapan baru bagi Cirebon Timur.
Awe, warga yang menunggu di sekitar Karomah Toserba, mengatakan kehadirannya bukan semata-mata karena mengidolakan, melainkan karena rasa bangga. “Saya bangga. Dede April membuktikan kalau orang Cirebon Timur juga bisa bersaing di tingkat nasional,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Rasa bangga itu juga dirasakan Teri (50), warga Desa Putat, yang datang bersama keluarga sejak pagi. “Kami nunggu dari pagi. Rasanya senang sekali. Dia bukan cuma penyanyi, tapi kebanggaan warga Kalibuntu,”
katanya.
Bagi generasi muda, sosok Dede April bahkan menjadi sumber motivasi.
Mansyur, remaja asal Desa Panongan Kecamatan Sedong, mengaku sengaja menunggu hanya untuk mengabadikan momen singkat tersebut.
“Walaupun cuma lewat sebentar, tapi itu cukup. Dia jadi bukti kalau mimpi anak desa bisa jadi nyata,” ucapnya.
Kehadiran Dede April hari itu bukan sekedar hiburan, melainkan simbol keberhasilan dan inspirasi. Ia menjadi cermin harapan bahwa kerja keras dan keberanian bermimpi mampu membawa putra daerah melangkah lebih jauh.
Hingga menjelang siang, warga masih terlihat memadati jalur yang dilalui Dede April. Sambutan hangat tersebut menegaskan satu hal: bagi masyarakat Cirebon Timur, Dede April bukan hanya peserta nasional.(*)















