Kunjungan Budaya, Ketua DPRD Diangkat menjadi Pembina Sanggar Ginanjar Rahayu

Cirebon,liputanberita62.com – Melakukan kunjungan budaya untuk meninjau ujian tari, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, diangkat menjadi pembina Sanggar Ginanjar Rahayu Ciledug, Sabtu (16/2/2025). Sophi Zulfia menyampaikan banyak terima kasih atas diangkatnya dirinya menjadi pembina.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada para pegiat seni di Sanggar Ginanjar Rahayu yang mengangkat saya menjadi pembina sanggar. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi saya,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi yang besar kepada sanggar dan para pegiat seni di Ciledug karena telah mengambil peran penting untuk menjaga kelestarian seni dan budaya di Kabupaten Cirebon.

“Di Indonesia, ada banyak seni dan budaya yang perlu dilestarikan. Di Kabupaten Cirebon misalnya, di Kecamatan Ciledug, ada tari Ruh dan Adat atau Rudat yang perlu dilestarikan. Seni dan budaya ini bagian dari identitas bangsa yang tidak boleh sampai terkikis oleh perkembangan zaman. Makannya, saya sangat mendukung ketika ada anak-anak muda, orang tua dan pegiat seni yang tanpa lelah berusaha memperjuangkan kelestariannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sanggar Ginanjar Rahayu menggelar ujian tari dalam rangka kenaikan tingkat bagi peserta didik yang belajar tari di sanggar.

“Ujian ini merupakan ujian kenaikan tingkat bagi anak-anak yang belajar di sanggar,” kata Hendra, pegiat seni asal Ciledug yang menjadi pengurus sanggar.

Sanggar Ginanjar Rahayu merupakan sanggar seni yang sudah berdiri cukup lama dan pergerakannya bagus. Tiga tahun ini, sanggar tersebut membuka sekolah tari.

“Sudah tiga tahun kami membuka sekolah tari. Artinya peran kami melestarikan budaya di Ciledug alhamdulillah sudah semakin meningkat,” kata Hendra.

Namun, perjalanan tiga tahun itu tidak mudah. Ada beberapa hal yang menurut Hendra perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah kepada para pegiat seni, sanggar dan serupanya yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian seni budaya di Cirebon.

“Makannya, kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait seperti Dinas Kebudayaan (Disbud) untuk mendukung aktivitas sanggar dalam melestarikan budaya di Cirebon,” tutup Hendra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *