Tokoh Petani Muda Asal Lebak

Banten, Berita, Nasional149 Dilihat

LiputanBerita62.com Lebak Zaman milenial sekarang ini, banyak generasi muda lebih memilih untuk bekerja di perkantoran atau pun terjun ke industri digital lainnya. Menjadi seorang pegawai kantoran dan menjadi seorang vlogger atua blogger dianggap memiliki daya tarik sendiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dunia pertanian pun jarang dilirik oleh generasi muda sebab sering dianggap tidak “gaul” dan terkesan kampungan. Padahal jika dilihat lebih jauh pendapatan dari dunia pertanian bisa lebih menjanjikan daripada pekerja kantoran apabila dikelola dengan baik. Sebab, hasil olahan dari pertanian merupakan kebutuhan premier manusia dan selalu dibutuhkan setiap saat.

Di lain sisi, saat ini ada sejumlah permasalahan serius yang dihadapi dalam bidang pertanian. Baik dari segi keterbatasan lahan, mahalnya harga bibit dan biaya perawatan, hingga yang paling penting adalah persoalan regenerasi.

Saking seriusnya, pemerintah terus melakukan program dorongan untuk memancing kalangan anak muda agar memiliki minat di bidang pertanian. Beruntungnya meski belum banyak, ada segelintir sosok yang sudah memiliki kesadaran sekaligus keinginan untuk melanjutkan rantai regenerasi petani. Salah satunya adalah Ayik Fuat Fauzi, Warga Kampung Pasir Erih Masjid, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.

Selain aktif di salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Badak Banten sebagai Wakil Ketua DPC Rangkasbitung, Ayik juga memiliki hobi budidaya durian di kebunnya. Dengan passion yang kuat terhadap pertanian dan kegiatan sosial, ia berhasil menggabungkan keduanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

“Saya telah bertani durian selama beberapa tahun dan telah belajar banyak tentang cara menanam dan merawat tanaman durian. Saya percaya dengan bahwa dengan perawatan yang tepat dan teknologi yang modern, dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas durian yang dihasilkan.” ungkap Ayik, Minggu (25/5/2025).

Selain menanam Durian, Ayik juga menanam terong, kacang panjang dan cabai sedang diproses untuk ditanam. Ia mengatakan, apabila dikelola dengan baik dan terus berinovasi maka hasil pertanian bisa memberikan pendapatan yang baik.

“Tidak menutup kemungkinan bila mengatakan menjadi petani di era milenial sekarang ini bisa memberikan pendapatan yang juga menjanjikan dari pekerjaan lainnya.” ujarnya.

“Kebun Saya tentunya terbuka lebar jika ada yang ingin belajar tentang bagai mana proses dari awal penanaman durian, terong dan kacang panjang,” paparnya.

Ia berharap dukungan pemerintah untuk menggalang gerakan menanam durian bagi masyarakat. Karena menurut dia, upaya massal yang melibatkan masyarakat luas memiliki daya dongkrak signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *