Simalungun Sumut,Liputanberita62.com – Ruas jalan lintas yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan Kecamatan Tanah Jawa, tepatnya di kawasan Nagori Parbalogan, Kabupaten Simalungun, mengalami rusak parah dan tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah setempat.
Akibat pembiaran yang berlangsung lama, kecelakaan lalu lintas menjadi pemandangan sehari-hari. Tidak sedikit pengendara, khususnya roda dua, yang terperosok ke dalam lubang hingga terjatuh dan mengalami luka-luka.
Pantauan Liputanberita62.com di lokasi pada Minggu (31/5/2026) menunjukkan sepanjang aspal Jalan Lintas Siantar-Tanah Jawa dipenuhi lubang-lubang menganga dengan kedalaman yang bervariasi, namun cukup untuk menjatuhkan kendaraan.
“Kondisi itu diperparah ketika hujan turun. Selain jalan yang tidak rata dan berlubang, juga terdapat genangan air hujan yang menutupi lubang jalan. Sehingga membuat pengguna jalan harus ekstra berhati-hati,” keluh Adi, warga sekitar sekaligus pengguna jalan aktif kepada, Minggu (31/5/2026).
Adi menambahkan, hancurnya akses jalan ini tidak hanya mengancam keselamatan nyawa, tetapi juga melumpuhkan produktivitas warga sekitar. Ia mengaku kerap terlambat tiba di tempat kerja akibat harus merayap menghindari jebakan batman di sepanjang jalan.
“Saya harap pemerintah segera memperbaiki jalan karena makin hari kondisi jalan makin bergelombang dan tidak rata,” cetusnya penuh harap.
Keluhan senada juga datang dari para sopir angkutan logistik yang menggantungkan pencahariannya di jalur tersebut. Doni, salah seorang sopir truk yang kerap melintas, menegaskan bahwa kerusakan ini sudah dibiarkan berlarut-larut tanpa ada solusi konkret dari dinas terkait.
Menurut Doni, tantangan terbesar adalah saat cuaca buruk melanda kawasan Simalungun.
“Semakin bahaya saat musim hujan karena lubang tergenang air bercampur lumpur. Pandangan mata jadi menipu, kita tidak tahu mana lubang yang dalam. Semoga segera diperbaiki sebelum memakan korban jiwa yang lebih banyak,” tegas Doni.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Nagori Parbalogan dan para pelintas jalan hanya bisa pasrah sembari berharap ada aksi nyata dari Pemerintah Kabupaten Simalungun maupun Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengaspal ulang jalur lintas strategis ini.(Ibrahim Saragih)





























