Liputanberita62.com- TANGERANG SELATAN.Ledakan misterius mengguncang kawasan Pondok Cabe, RT 03/01, pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 05.15 WIB.
Peristiwa itu menyebabkan 8 rumah ambruk, 4 di antaranya rusak parah, dan menimbulkan kepanikan warga.
Salah seorang saksi mata, menuturkan detik-detik kejadian yang membuat warga heboh usai sholat Subuh.
“Habis sholat, baru saja lipat sajadah langsung terdengar suara keras kayak ledakan. Banyak yang bilang mungkin dari gas atau septic tank, tapi belum jelas. Yang pasti rumah-rumah hancur,” kata Endang kepada awak media

Akibat ledakan tersebut, beberapa warga mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar. Menurut aparat gabungan bagi Warga yang rumahnya tidak bisa ditempati sementara akan dipindahkan ke hunian darurat atau kontrakan sekitar lokasi
Endang berharap pemerintah turun tangan lebih serius pasca musibah ini.
“Daerah sini sudah hancur, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan warga,” ucapnya.
Hingga kini, lokasi kejadian masih ramai dipadati warga yang penasaran, sementara aparat terus berjaga guna mengantisipasi kemungkinan reruntuhan susulan. hadir di lokasi untuk melakukan penanganan.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, membenarkan ada tujuh orang korban dari ledakan ini.
Saat ini, kata kapolres, tersisa tiga warga yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Dari tujuh korban luka, masih ada tiga korban yang dirawat intensif di rumah sakit,” kata Victor.
Empat korban lainnya sudah diizinkan untuk rawat jalan.
Lurah Pondok Cabe Ilir, Prihardiyanto, menyebut pihaknya belum bisa memastikan asal ledakan.
“Saya dapat laporan dari RT sekitar pukul 05.30. Dugaan ada ledakan, tapi sumbernya belum diketahui. Dampaknya cukup besar, ada 8 hingga 10 rumah yang kena imbas,” ujar Prihardiyanto.
Pihak kelurahan bersama Dinas Sosial dan BPBD Tangsel sudah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, sembako, hingga selimut.
Warga yang rumahnya tidak bisa ditempati sementara akan dipindahkan ke hunian darurat atau kontrakan sekitar lokasi.
Endang berharap pemerintah turun tangan lebih serius pasca musibah ini.
“Daerah sini sudah hancur, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan warga,” ucapnya.
Hingga kini, lokasi kejadian masih ramai dipadati warga yang penasaran, sementara aparat terus berjaga guna mengantisipasi kemungkinan reruntuhan susulan.(**)



































