Liputanberita62.com- LOS ANGELES. Peristiwa tragis pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk di Orem, Utah, memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar sepak bola.
Insiden yang terjadi menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 ini membuat banyak pihak menuntut agar turnamen akbar tersebut dipindahkan dari Amerika Serikat, informasi ini dilansir dari media SindoNews
Kirk, yang dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump, tewas ditembak pada usia 31 tahun saat berpidato di sebuah acara. Peristiwa ini mengguncang AS dan membuat Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai momen kelam bagi Amerika.
Meskipun Trump telah berjanji bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar, teraman, dan paling luar biasa, tapi insiden pembunuhan Kirk menimbulkan keraguan serius.
Di media sosial, banyak penggemar menyuarakan kekhawatiran mereka.
“Piala Dunia tidak dapat diselenggarakan di Amerika, demi keselamatan semua orang,” tulis seorang pengguna X dikutip dari The Sun, Sabtu (13/9/2026).
Pengguna lain menambahkan: “Berita tentang Charlie Kirk ini sangat memilukan. Menjadi tuan rumah Piala Dunia di Amerika adalah ide yang buruk.” “Bagaimana Piala Dunia akan diselenggarakan di negara yang tidak aman setelah kejadian pembunuhan Charlie Kirk?” tanya salah seorang penggemar.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang, melibatkan 48 tim. Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah utama turnamen ini, dengan 11 dari 16 stadion berada di wilayahnya.
Amerika Serikat juga akan menjadi tuan rumah semua pertandingan babak perempat final, semifinal, dan final. Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena AS akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Dengan jumlah atlet dan pengunjung yang lebih besar, insiden keamanan ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan negara tersebut dalam menjamin keselamatan semua peserta dan penonton di acara-acara internasional besar.(**)






























