Medan Sumut,Liputanberita62.com – Bobby menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Dari hasil identifikasi awal, cacing yang ditemukan bukan berasal dari bahan makanan, melainkan jenis cacing tanah. Meski begitu, Bobby menegaskan bahwa investigasi tetap harus dilakukan secara menyeluruh.
“Sudah dicek ke BGN, itu cacing tanah, bukan cacing makanan. Saya bukan membela, tapi harus dilihat dulu apakah salah di dapurnya, saat pengiriman, atau penyimpanan. Harus benar-benar diteliti,” ujar Bobby, Jumat (21/11/2025).
Bobby menambahkan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya kelalaian dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia meminta BGN memberi sanksi tegas.
“Kalau memang salah dapurnya, dapur tidak clear and clean, harus diberikan sanksi,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Sumut Perketat Pengawasan
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, meminta seluruh sekolah memperketat pengawasan makanan MBG usai munculnya kasus tersebut. Ia membenarkan bahwa hanya satu siswa yang menerima menu berisi cacing tanah, dan makanan itu belum sempat dikonsumsi.
“Kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah dan BGN. Pengawasan harus diperketat supaya tidak terulang,” kata Alex, Jumat (21/11/2025).
Ia menyebut sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium BPOM dan Dinas Kesehatan Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
BGN Sumut: Cacing Berada di Menu Telur Orak Arik
Kepala BGN Sumut, Agung Kurniam, juga mengonfirmasi temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa cacing ditemukan pada menu telur orak-arik, bukan sayuran maupun bahan lain yang biasa memunculkan cacing makanan.
“Betul ada cacing, tapi itu cacing tanah. Secara logika, telur tidak mungkin bercacing. Tim kami sudah menuju sekolah,” jelas Agung.
Agung menambahkan, dapur SPPG yang memasok MBG ke SMAN 6 Medan seharusnya memiliki catatan baik karena menangani beberapa sekolah lainnya tanpa laporan serupa.
(Susanti MS)

































