Liputanberita62com| Kota Malang — Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar: Menggali Kekayaan Budaya Lokal sukses digelar pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Aula Kelurahan Gadang, Jalan Raya Gadang No. 311, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi ruang strategis edukasi kebangsaan yang berpadu harmonis dengan pelestarian seni dan kearifan lokal.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Beskalan dari Sanggar Nareswari serta atraksi Pencak Dor yang mencerminkan kekayaan tradisi lokal. Nuansa kebangsaan terasa kental sejak awal kegiatan, menegaskan bahwa nilai-nilai Empat Pilar tumbuh dan hidup di tengah budaya masyarakat.
Acara resmi dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta. Sambutan disampaikan oleh panitia pelaksana dan Lurah Gadang, Bapak Yodik Sumarjiono, SE, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi kebangsaan yang membumi dan menyentuh langsung masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kondang Kusumaning Ayu, S.S.Psi., Anggota MPR/DPD RI Dapil Jawa Timur, menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat melalui budaya lokal.
“Empat Pilar kebangsaan bukan sekadar teks konstitusional, melainkan nilai hidup yang tumbuh dan berkembang dalam budaya masyarakat. Ketika budaya dirawat, maka persatuan bangsa akan tetap terjaga,” ujar Kondang Kusumaning Ayu.
Ia menambahkan bahwa pelibatan masyarakat secara langsung melalui seni dan kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda.
Sementara itu, narasumber utama Bapak R. Agung Harjaya Buana, SE, M.SE, menegaskan bahwa nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sejatinya telah lama hidup dalam adat, tradisi, serta praktik sosial masyarakat Indonesia.
“Empat Pilar kebangsaan tidak lahir di ruang hampa. Ia hidup dalam budaya lokal. Ketika budaya dijaga, maka fondasi kebangsaan akan semakin kuat,” tegas R. Agung Harjaya Buana.
Diskusi yang dipandu oleh Bapak Surenggono berlangsung interaktif, melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Sebagai penutup, unsur MPR/DPD RI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Sosialisasi Empat Pilar secara inklusif, dialogis, dan berbasis kearifan lokal di berbagai daerah.
“MPR/DPD RI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan Empat Pilar kebangsaan agar nilai-nilai tersebut benar-benar hidup, dirasakan, dan diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia,” demikian pernyataan penutup resmi MPR/DPD RI.
Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri serta doa bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat persatuan bangsa sekaligus contoh nyata sinergi antara lembaga negara, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.






























