Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Masyarakat di Kota Pematangsiantar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini menyusul prakiraan kondisi cuaca di wilayah Sumatera Utara yang didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat.
Hal tersebut dampak dari fenomena atmosfer global berupa Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tengah melintasi sebagian wilayah Sumatera hingga menjadi salah satu pemicu meningkatnya curah hujan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedy Harahap, menanggapi kondisi itu dan meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai langkah mitigasi awal.
“Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan parit,” ujar Dedy, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi pemerintah, termasuk media sosial Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar.
Informasi terkini dinilai penting guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. BPBD juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kejadian bencana di lingkungan masing-masing.
Melansir surat imbauan BMKG Wilayah I Medan, adapun prospek cuaca mingguan 20-27 April 2026 di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir adanya pengaruh spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatera.
Ditambah adanya perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.
Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Aceh yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang terdampak pola angin tersebut.
Hal ini mengakibatkan dalam beberapa hari terakhir tercatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di Sumatera Utara yaitu pada tanggal 16 April 2026 Stasiun Meteorologi Sibolga 121 ımım (Kabupaten Tapanuli Tengah), tangal 17 April di AWS Maritim Tigaras 64.8 mm (Kabupaten Simalungun), Stasiun Geofisika Deli Serdang 60,0 mm (Kabupaten Deli Serdang) dan Pos Hujan Hapesong 128 mm (Kabupaten Tapanuli Selatan), tanggal 18 April ARG Bahorok 56.8 mm (Kabupaten Langkat).
ARG Sipaholon 54.8 mm (Kabupaten Tapanuli Utara), dan tanggal 19 April Stasiun Klimatologi Deli Serdang 68.0 mm (Kabupaten Deli Serdang) dan ARG Lubuk Barumun 50.6 mm (Kabupaten Padang Lawas).
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Sumatera Utara masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dalam skala regional maupun lokal yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara. Adanya belokan angin yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di Sumatera Utara, sehingga turut mendukung proses konvektif.
Cuaca di Sumatera Utara umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang terjadi di Kabupaten Langkat, Medan, Deli Serdang, Binjai, Batubara, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Gunung Sitoli, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, P. Sidempuan, Sibolga, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara.(Ibrahim Saragih/Susanti MS)


































