Ayamaru-Liputanberita62.com. Bencana karhutla kembali melanda Kabupaten Maybrat. Hutan seluas 30 Km² terkonfirmasi terbakar di Distrik Ayamaru Selatan Kabupaten Maybrat.
Hingga saat ini, sudah terhitung 3 minggu lamanya si jago merah melahap habis hutan hujan seluas lebih dari 50 lapangan sepak bola.

Informasi yang dihimpun dilaporkan warga lokasi tersebut, api bermula dari pembakaran kebun yang kemudian meluas dan belum padam hingga hari ini. Terhitung sudah 3 hutan desa, yakni Desa Sauf, Koma-Koma, dan Sembaro ludes terbakar.
Dan api sekarang bergerak menuju Perbatasan Kabupaten Sorong Selatan yakni Desa Sesor, Boldon, Sungguer, dan sekitarnya.
Dari pantauan lapangan, hingga 3 minggu lamanya, belum ada bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Maybrat maupun provinsi Papua Barat Daya Padahal, karhutla atau kobaran api telah meluas dan belum padam hingga hari ini.

Masyarakat secara swadaya berusaha untuk memadamkan api dengan cara tradisional, tetapi sebaran api sangat luas sehingga tidak mampu dipandamkan oleh masyarakat,” Ujarnya keterangan masyarakat kepada wartawan melalui tertulis pada Jumat (2/10/2026).
Lebih lanjut katanya, Memasuki hari ke 25, api masih terus meluas. Sementara bantuan dari Pemda Maybrat sangat kecil. Hanya 1 unit mobil pemadam kebakaran yang terjun ke lapangan sehingga tidak maksimal sama sekali untuk membantu masyarakat. Sementara bantuan dari berbagai pihak belum juga keliahatan di lapangan.
“Masyarakat berharap, pemerintah Kabupaten Maybrat segera meningkatkan bantuan ke lapangan. Tapi juga bantuan dari Provinsi Papua Barat Daya dan juga pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Sebab, hingga saat ini api belum juga padam dan masih terus meluas hingga perbatasan Kabupaten Sorong Selatan,” katanya.

Sementara itu, Terpantau di lapangan, Kepala Distrik Ayamaru Selatan, David Lemauk, S. Sos yang memimpin pemadaman di lapangan mengatakan bahwa “api sangat besar, sehingga tenaga masayarakat tidak saja tidak mungkin. Oleh sebab itu, harus ada bantuan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Masayarakat masih menunggu bantuan, sebab api hingga saat ini belum padam.”
Hal senada juga dikatakan oleh Tokoh Pemuda Ayamaru Selatan, Thonis Safkaur, bahwa “hutan masyarakat yang tersisa sudah terbakar habis. Tapi belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Apakah pemerintah harus tunggu sampai semua hutan terbakar habis dulu?”
Kini masayarakat distrik Ayamaru kabupaten Maybrat masih terus mengupayakan berbagai pemadaman dengan berbagai cara, tetapi kobaran api belum juga teratasi secara Maksimal.
karena itu masyarakat yang terdampak korban karhutla didesak pemerintah daerah maupun provinsi Papua Barat Daya melalui Tim penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Barat Daya termasuk Maybrat segera bertindak dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini.(*)
Sumber masyarakat Distrik Ayamaru Selatan
Penulis Eskop Wisabla














