Minsel, liputan62.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK GMIM Getsemani Desa Paslaten Satu, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menuai sorotan.
Pasalnya, jabatan Ketua Panitia Pembangunan revitalisasi yang dibiayai APBN tersebut diduga dijabat oleh suami dari Kepala Sekolah TK GMIM Getsemani sendiri.
Informasi itu mencuat setelah Kepala Sekolah TK GMIM Getsemani Paslaten Satu berinisial SE menyebut telah mendapat petunjuk dari Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Minsel.
“Kabid kwa bilang boleh kata kita pe laki yang penting tau ba tukang,” ujar SE kepada sejumlah awak media beberapa waktu lalu, yang pernyataannya sempat viral di pemberitaan media.
Menanggapi pernyataan tersebut, tim media kemudian melakukan klarifikasi langsung kepada Kabid PAUD Dinas Pendidikan Minsel, Calvin Mamoto (CM).
Calvin dengan tegas membantah pernah memberikan petunjuk membolehkan suami kepala sekolah menjadi ketua panitia.
“Saya tidak pernah memberikan petunjuk membolehkan suami Kepala Sekolah TK GMIM Getsemani Desa Paslaten Satu untuk menjadi ketua panitia pembangunan,” tegas Calvin.
Menurutnya, yang ia sampaikan adalah agar pelaksanaan revitalisasi melibatkan warga desa setempat atau orang tua murid yang memiliki keterampilan pertukangan.
“Jika kemudian Kepala Sekolah TK GMIM Getsemani Desa Paslaten Satu mengartikan bahwa pernyataan saya membolehkan suaminya menjadi ketua panitia, itu urusan dia bukan saya. Kan ada petunjuk teknisnya,” jelasnya.
“Harusnya kepala sekolah dalam melaksanakan revitalisasi menggunakan petunjuk teknis (juknis) yang ada, bukan memanfaatkan kata-kata saya dan mengartikan berdasarkan pemikiran sendiri,” tutup Calvin Mamoto.
Temuan Lapangan Diduga Tak Sesuai RAB
Terpisah, hasil penelusuran tim http://liputan62.com di lokasi pembangunan menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Juknis Revitalisasi Kemendikdasmen 2026.
Salah satunya adalah pekerjaan toilet. Dalam RAB seharusnya menggunakan septic tank pabrikan yang sesuai standar kesehatan, namun di lapangan hanya digali manual dan menggunakan tumpukan batako sebagai penyangga lubang pembuangan.
Selain itu, terkait komponen Hari Orang Kerja (HOK), warga sekitar menyebutkan upah yang diterima kepala tukang, tukang, dan kenek tidak sesuai dengan nilai yang tercantum dalam RAB.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah TK GMIM Getsemani Paslaten Satu belum berhasil dikonfirmasi kembali terkait temuan teknis tersebut.















