Lebak, Banten | Rabu, 1 Juli 2026
LiputanBerita62.com – Semangat gotong royong kembali menjadi potret nyata kepedulian masyarakat di kawasan wisata Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Pengelola pantai bersama para pedagang secara swadaya turun langsung memperbaiki akses utama menuju bibir pantai yang sempat tergenang air akibat saluran drainase yang tidak mengalir secara optimal.
Aksi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat agar kendaraan roda dua maupun roda empat kembali dapat melintasi jalur menuju kawasan wisata, sehingga aktivitas wisata dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Sejak Rabu pagi (1/7/2026), suasana Pantai Bagedur dipenuhi semangat kebersamaan. Para pengelola dan pelaku usaha tampak bekerja bahu-membahu mengisi karung dengan pasir, menyusunnya menjadi tanggul darurat, sekaligus meratakan badan jalan yang terdampak genangan. Meski menggunakan peralatan sederhana, pekerjaan itu dilakukan dengan penuh kekompakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan para wisatawan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air terjadi karena aliran saluran drainase (solokan) tidak dapat mengalir secara maksimal akibat kontur pasir di sekitar bibir pantai yang lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap hingga menutupi sebagian akses utama menuju kawasan wisata.
Menyikapi kondisi tersebut, pengelola dan para pedagang memilih bergerak cepat melakukan penanganan sementara. Langkah swadaya itu diambil agar wisatawan tetap dapat menikmati keindahan Pantai Bagedur dengan aman dan nyaman tanpa harus terganggu oleh kondisi jalan yang tergenang.
Dokumentasi yang dihimpun Tabloid Pilar Post memperlihatkan kebersamaan yang begitu kuat. Sebagian warga mengangkat karung pasir, sebagian lainnya menyusun tanggul sederhana dan meratakan jalur yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat pesisir dalam menjaga destinasi wisata yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Yoga, selaku Pengelola Pantai Bagedur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan.
“Kami bersama para pedagang berinisiatif melakukan gotong royong agar akses menuju bibir Pantai Bagedur kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami ingin setiap wisatawan merasa nyaman saat datang berlibur. Pantai Bagedur merupakan aset wisata yang harus kita jaga bersama, sehingga kami memilih bergerak cepat sambil menunggu adanya penanganan yang lebih permanen,” ujar Yoga.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan memberikan rasa nyaman kepada setiap pengunjung.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak beserta instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap penataan sistem drainase dan perbaikan akses jalan secara permanen. Dengan infrastruktur yang semakin baik, kunjungan wisatawan akan meningkat dan secara otomatis akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di kawasan Pantai Bagedur,” tambahnya.
Senada dengan itu, salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa akses jalan yang baik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha masyarakat di kawasan wisata.
“Kalau akses jalan menuju pantai tergenang, biasanya wisatawan menjadi ragu untuk masuk. Dampaknya langsung kami rasakan karena pembeli berkurang. Alhamdulillah, hari ini kami bersama pengelola bisa bergotong royong memperbaiki jalan agar kendaraan kembali dapat melintas. Yang kami pikirkan bukan hanya usaha kami, tetapi juga kenyamanan setiap wisatawan. Kalau mereka merasa nyaman, InsyaAllah mereka akan kembali lagi berkunjung ke Pantai Bagedur,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap ada penanganan permanen sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan nyaman, sementara para pedagang dapat menjalankan usahanya dengan tenang. Pantai Bagedur adalah tempat kami mencari nafkah, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kami untuk ikut menjaganya,” katanya.
Pantai Bagedur merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lebak yang setiap akhir pekan maupun musim libur selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Karena itu, kondisi akses jalan yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan pengelola dan para pedagang membuktikan bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Gotong royong yang dilakukan secara swadaya bukan hanya berhasil memulihkan akses jalan menuju kawasan wisata, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa memiliki terhadap Pantai Bagedur sebagai aset pariwisata daerah.
Masyarakat berharap langkah cepat yang dilakukan hari ini menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur kawasan wisata, khususnya perbaikan sistem drainase dan akses jalan secara menyeluruh. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat, Pantai Bagedur diyakini akan terus berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, aman, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Lebak.






























