LEBAK- LiputanBerita62.com Apresiasi diberikan oleh Forum Warga Bersatu Banten terhadap BBWSC3 mengingat Revitalisasi Situ Cicinta menjadi simbol keberpihakan pembangunan dan keseriusan pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR.
Namun, Forwatu Banten menyesali Sikap pengusaha dalam mengerjakan pembangunan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) seharusnya adalah profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan umum.
“Mereka perlu memahami bahwa pembangunan yang didanai APBN bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional. Pengusaha harus memahami dengan baik aturan, regulasi, dan standar teknis yang berlaku dalam proyek-proyek yang dibiayai APBN.” Ungkap Presidium Forwatu Banten pada Media.
“Kami Sabtu esok 21 Juni 2025 berencana akan menemui kembali Warga yang kemarin saat Giat Insidental merasa keberatan direlokasi sebelum ada ganti rugi. Semoga mereka tidak dirugikan! Kejadian ini Kami sampaikan melalui Kontak Person Top Manajemen PT Sedaya Bangun Persada namun tidak direspon.” Tambah Arwan.
Ditambahkan Arwan, Pengusaha dapat berperan dalam pembangunan berkelanjutan dengan mengadopsi praktik bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab sosial.
“Bisnis yang ramah dengan mengembangkan etika komunikasi yang baik apalagi mendengar masukan dari civil society ini akan memperkuat kepercayaan publik kepada perusahaan yang mendapatkan project dari dana Rakyat! Kami akan awasi secara berkala karena wilayah Maja khususnya sekitar Cicinta menjadi Basis Pengurus Forwatu Banten!” Tambahnya.
Sementara Riswanto sekretaris Forwatu Banten sekaligus warga yang domisili dekat dengan Cicinta membenarkan bahwa keterlibatan masyarakat tidak terlalu signifikan dalam pembangunan Revitalisasi Situ Cicinta.
“Pengusaha sebaiknya melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan proyek, misalnya melalui forum konsultasi atau melibatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tertentu.” Tuturnya.
“Pengusaha perlu menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan kelancaran proyek dan keberlanjutan proyek.” Tutup Pria yang juga sering terlibat dalam pengawasan project di wilayah Lebak.
Ahmad Khotib Kaperwil Banten





























