Gudang Beras Bulog di Pandeglang Melebihi Kapasitas menjadi Sorotan Tajam dari Forwatu Banten

Banten, Berita, Nasional208 Dilihat

LEBAK LiputanBerita62.com Beras Bulog yang disalurkan sebagai bantuan sosial harus memenuhi kriteria tertentu, terutama terkait kualitas dan data penerima. Kualitas beras harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bulog, termasuk bebas dari hama dan memiliki kadar air yang sesuai.

Selain itu, penerima bantuan harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan memenuhi syarat sebagai keluarga miskin atau rentan miskin.

Kualitas beras Bulog yang disimpan terlalu lama di gudang, yang berpotensi tidak layak konsumsi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kapasitas gudang yang hampir penuh dan sistem penyimpanan yang kurang optimal.

Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang mencetak rekor penyerapan gabah terbesar sepanjang sejarah, namun keberhasilan ini diikuti tantangan serius dengan keterbatasan kapasitas gudang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang Agung Trisakti.

Menanggapi hal tersebut Presidium Forwatu Banten merasa geram dengan manajemen pelayanan Bulog yang terkesan tidak maksimal.

“Beras yang beredar di masyarakat kini sedang disorot oleh publik, Saya ingin mencari celah eror nya salah satu yang kami soroti saat ini ialah kapasitas Gudang Beras yang tak mampu tampung jumlah beras yang Melimpah sehingga Kualitas Beras diterima masyarakat jauh dari kata layak.” Papar Arwan.

Gudang Bulog di seluruh Indonesia hampir penuh, dengan stok beras yang mencapai 2,3 juta ton, sementara kapasitasnya hanya 2,6 juta ton, menurut Tempo.co. Hal ini membuat pengelolaan penyimpanan dan distribusi menjadi lebih sulit, dan berpotensi menurunkan kualitas beras.

“Beberapa temuan menunjukkan adanya beras berkutu di gudang Bulog, yang menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan penyimpanan dan potensi penurunan mutu beras, berdasarkan laporan DPR RI.” Lanjut Arwan.

“Kami sudah jadwalkan Jum’at esok untuk mendatangi Gudang Beras untuk lakukan gerakkan agar segera direspon. Mungkin jika tak ada perubahan Kami siapkan Aksi Massa karena ini soal sumber pangan Masyarakat Banten” tutup Pria yang juga menginisiasi Gerakkan Banten Bebas Mafia GB2M di Banten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *