Pandeglang, LiputanBerita62.com Banten — Rencana pengiriman 500 ton sampah dari Kota Tangerang Selatan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang, memicu penolakan keras dari warga setempat. Kekhawatiran terhadap dampak bau menyengat dan potensi penyakit membuat masyarakat mengambil sikap tegas.
Warga Desa Bangkonol bersama sejumlah elemen masyarakat dari 11 desa sekitar menyatakan keberatannya terhadap kebijakan tersebut. Mereka menilai rencana itu tidak melibatkan sosialisasi yang layak dan berpotensi merusak lingkungan serta kesehatan warga.
“Kalau sampah sebanyak itu dikirim ke sini setiap hari, bagaimana nasib anak-anak kami? Bau busuk saja sudah terasa sekarang, apalagi nanti,” ujar Nurhayati, salah satu warga yang ikut dalam aksi penolakan.
Warga bahkan mulai memasang spanduk dan plang penolakan di sepanjang jalur akses menuju lokasi TPA. Penolakan ini mendapat dukungan dari Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten), yang langsung turun ke lokasi untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyiapkan langkah advokasi.
Ketua Umum Forwatu Banten, Arwan S.,Pd.,M.Si.,
menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyusun langkah hukum dan rencana aksi bersama masyarakat. “Kami mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menghentikan rencana ini. Masyarakat tidak boleh menjadi korban atas kebijakan yang tidak berpihak pada kesehatan dan keselamatan lingkungan,” tegasnya.
Menurut informasi yang dihimpun, sampah dari Tangsel yang akan dibuang ke TPA Bangkonol berjumlah sekitar 500 ton per hari. Namun hingga kini, belum ada kajian terbuka atau AMDAL yang bisa diakses publik terkait dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut.
Warga berharap, pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan pengiriman sampah, serta lebih memprioritaskan program pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan partisipatif.
“Kami bukan tempat buangan. Kami butuh udara bersih, air bersih, dan hidup sehat,” pungkas Ustad Ahmad, tokoh masyarakat setempat.
Ahmad Khotib Kaperwil Banten































