Liputanberita62.com- SIMALUNGUN. Diduga Kepala Desa Landbow Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun Penyalahgunaan Anggaran Dana BUMNag ADD Tahap I Tahun 2025 dan Terlibat Pemalsuan Tanda Tangan
Suasana rapat di balai Nagori Landbouw, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun sekitar pukul 11.00 WIB, mendadak ricuh (6/11/2025).
Rapat yang digelar oleh Maujana Nagori bersama Pangulu, pengurus Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) atau (BUMDes) Bandan Usaha Milik Desa) Bumi Jaya Lestari, serta masyarakat itu awalnya bertujuan menindaklanjuti arahan dari Inspektorat Kabupaten Simalungun terkait pengembalian sisa dana BUMNag yang sebelumnya dikuasai Pangulu Nagori Landbouw, Haidir Jailani.
Dalam rapat tersebut, pengurus BUMNag menyampaikan rincian dana yang harus dikembalikan sesuai arahan Inspektorat. Namun, sebelum kesepakatan tercapai, muncul persoalan baru yang memicu kemarahan warga.
Wakil Ketua Maujana Nagori Landbouw, Andi Budiman, menyebutkan bahwa tanda tangan Ketua Maujana diduga telah dipalsukan oleh oknum tertentu dalam proses pembentukan BUMNag.
Pernyataan itu sontak membuat suasana rapat memanas dan warga berteriak menuntut agar Pangulu Haidir Jailani dicopot dari jabatannya.
“Tanda tangan ketua kami dipalsukan! Kalau ini pesta, kami ini tinggal cuci piring,” ujar Andi Budiman disambut tepuk tangan dan sorakan warga yang hadir.
Menanggapi dugaan pemalsuan tersebut, Ketua Maujana Nagori Landbouw, Hasan Siregar, menyatakan akan melaporkannya kepada Inspektorat Kabupaten Simalungun.
“Saya belum bisa memutuskan, tapi akan saya laporkan ke Inspektorat dan minta petunjuk lebih lanjut. Kalau memang benar ada pemalsuan tanda tangan, kami tidak tahu siapa pelakunya,” ucap Hasan singkat.
Sementara itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya menduga kuat bahwa Pangulu Haidir Jailani berada di balik dugaan pemalsuan tersebut.
“Kalaupun yang membuat tanda tangan palsu itu orang lain, kami yakin pasti atas perintah Pangulu. Mana mungkin ada yang berani tanpa seizin dia,” kata warga tersebut usai rapat.
Rapat kemudian ditutup dalam suasana tegang. Warga berharap Inspektorat segera turun tangan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dana BUMNag dan pemalsuan tanda tangan yang mencuat dalam forum tersebut.
(Susanti)






























