Akibat Adanya Beberapa Yang Alami Keracunan di Wilayah Sedong, Operasional SPPG Panawuan Dihentikan Sementara

Berita, Cirebon, Nasional467 Dilihat

Photo : Ilustrasi Dapur SPPG/ Dapur MBG

KUNINGAN | Liputanberita62.com – Koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan, Nissa Rachmi F., S.Gz., menyayangkan insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sedong, Kamis (27/11).

Meski lokasi kejadian berada di Sedong, Nissa menegaskan bahwa dapur penyedia makanan berasal dari Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, sehingga perlu penelusuran menyeluruh terhadap alur produksi hingga distribusi.

Dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (28/11), Nissa mengatakan pihaknya langsung turun ke SPPG untuk memastikan kondisi di lapangan. “Tadi pagi saya sudah ke SPPG. Sementara masih menunggu hasil lab,” ujarnya.

Nissa memaparkan bahwa masakan kloter kedua selesai sekitar pukul 07.00 WIB, setelah itu ditiriskan, dipacking, dan tiba di sekolah pukul 09.40 WIB.

Tester makanan dilakukan pihak sekolah pukul 10.00 WIB sebelum dibagikan dan dikonsumsi pada waktu yang sama. Foodtray kemudian diambil petugas SPPG sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun berdasarkan keterangan dari Puskesmas, sejumlah siswa diketahui membawa pulang makanan tersebut dan mengonsumsinya kembali di sore hari.

Faktor ini diduga kuat menjadi pemicu munculnya gejala keracunan hingga 74 siswa terdampak, meski seluruhnya telah mendapatkan pengobatan serta penanganan rawat jalan.

Nissa menegaskan bahwa pihak SPPG sebenarnya sudah berulang kali
mengingatkan sekolah untuk tidak mengizinkan menu MBG dibawa pulang, karena hal itu merupakan bagian dari SOP keamanan pangan yang wajib dipatuhi.

Sebagai langkah antisipasi, operasional SPPG Panawuan dihentikan sementara mulai Jumat (28/11/2025) sambil menunggu surat perintah operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Operasional untuk sementara dihentikan sampai instruksi dari BGN turun kembali,” tutup Nissa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *