Kadis PUPR Topan Ginting Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pembangunan Jalan Berhenti, Kini Pemprov Sumut Berencana Melanjutkan Pembangunan Jalan Di Sipiongot.

Medan Sumut | Liputanberita62.com – Pemprov Sumut bakal melanjutkan pembangunan jalan wilayah Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tahun ini.

Proyek itu tertunda tahun lalu karena mantan Kadis PUPR Topan Ginting yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terkait pembangunan jalan ini.

“Kita targetkan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot akan dimulai pada Maret 2026. Mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan segera,” kata Kabid Perencanaan, Dinas PUPR Sumut, Harry Rizal Hasibuan dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Proyek pembangunan jalan Sipongot ini telah masuk dalam program strategis daerah. Adapun kawasan yang akan dibangun dari Sipiongot batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer dengan anggaran Rp 96 Miliar, Sipiongot batas Tapanuli Selatan 12 kilometer dengan anggaran Rp 72 Miliar dan Hutaimbaru-Sipiongot-Paluta 11,8 kilometer dengan anggaran Rp 70,8 Miliar.

Pembangunan jalan kawasan Sipiongot ini sudah berpuluh tahun dinantikan oleh masyarakat setempat, karena selama ini akses jalan banyak yang rusak berat, berlumpur saat hujan dan sulit dilalui transportasi.

“Kawasan Sipiongot ini dulu masih menjadi daerah yang tertinggal. Bahkan kalau bisa kita katakan di tahun 80-90 an, transportasi di kawasan Sipiongot ini harus dilalui dengan naik kuda,” ujarnya.

Proyek pembangunan jalan kawasan Sipiongot ini pun diharapkan nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat karena puluhan tahun kawasan ini tidak tersentuh pembangunan.

Selain bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah (menghubungkan Paluta, Tapsel, dan Labuhanbatu),

Pembangunan kawasan ini juga dapat memperlancar akses perekonomian warga yang sempat terisolir, serta mengatasi kerusakan berat jalan yang telah berlangsung puluhan tahun. Baru kali ini di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Afif Nasution, SE., MM., kawasan Jalan Sipiongot akan dibangun.

Proyek ini tentu dapat mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini terpencil dan tertinggal, kata Harry.(Ibrahim Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *