LiputanBerita62.com Lebak, Banten – Di bawah langit sore yang teduh, halaman depan Masjid Agung Rangkasbitung yang berada tepat di seberang Alun-Alun Rangkasbitung dipenuhi senyum dan kehangatan. Ratusan warga, mulai dari anak-anak, para ibu, hingga musafir yang beristirahat, berkumpul dalam kegiatan “Ramadhan Berbagi” yang digagas oleh Sahabat Alif bersama Relawan Salam Setetes Darah (KSSD).
Tenda hijau sederhana berdiri di pelataran masjid. Di atas meja-meja lipat, ratusan cup minuman dan paket makanan ringan tertata rapi. Para relawan dengan penuh kesabaran melayani satu per satu warga yang datang, menyapa dengan ramah, dan memastikan setiap tangan yang terulur terisi dengan penuh keberkahan.
Ketua KSSD, Ibu Maya, menyampaikan pesan yang menggetarkan hati di sela kegiatan:
“Kami tidak ingin Ramadhan ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan. Semoga setiap makanan yang dibagikan menjadi berkah, setiap senyum yang terukir menjadi doa yang kembali kepada kita semua. Semoga Allah melapangkan rezeki para donatur, menguatkan para relawan, dan menjaga saudara-saudara kita agar selalu diberi kesehatan dan kemudahan.”
Suasana semakin haru ketika seorang anak laki-laki yang menerima takjil menyampaikan rasa bahagianya dengan polos:
“Terima kasih, Bu. Saya senang sekali. Nanti saya berbuka sama teman-teman,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Tak hanya anak-anak, para ibu yang turut mengantre pun merasakan makna mendalam dari kegiatan ini.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kami datang lebih awal ke masjid untuk menunggu waktu berbuka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, rasanya diperhatikan,” ungkap salah seorang ibu dengan mata berbinar.
Seorang pria yang tengah beristirahat di pelataran masjid setelah perjalanan jauh juga tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Saya hanya singgah untuk istirahat. Tidak menyangka ada pembagian takjil. Ini sederhana, tapi sangat berarti. Hati terasa hangat,” tuturnya.
Sementara itu, seorang tukang parkir yang setiap hari bertugas di depan Masjid Agung Rangkasbitung dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut turut memberikan kesaksiannya.
“Saya hampir setiap hari di sini. Jarang lihat kegiatan yang seramai dan sehangat ini. Anak-anak tertib, relawannya sabar. Kegiatan seperti ini bagus sekali, bikin suasana masjid makin hidup dan penuh kebaikan,” ujarnya penuh apresiasi.
Kegiatan yang berlangsung di pusat aktivitas masyarakat Kabupaten Lebak ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan tumbuh kuat di tengah kehidupan kota. Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan kepedulian yang nyata bagi sesama.
Di jantung Rangkasbitung, sore itu bukan hanya takjil yang dibagikan—melainkan juga harapan, doa, dan rasa persaudaraan.
Sebab pada akhirnya, bangsa ini akan selalu kokoh selama masih ada tangan-tangan yang tulus berbagi, dan hati-hati yang percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun akan kembali sebagai keberkahan yang besar.


































