Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Program pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Pematangsiantar mulai menunjukkan progres. Dari delapan gedung koperasi yang dibangun di sejumlah kelurahan, dua di antaranya yakni KKMP Marihat Jaya dan KKMP Tomuan rampung dibangun dan siap memasuki tahap operasional.
Sementara itu, enam gedung lainnya saat ini masing-masing KKMP Martimbang, KKMP Aek Nauli, KKMP Tambun Nabolon, KKMP Simarimbun, KKMP Bah Kapul, dan KKMP Kahean masih tahap penyelesaian. Rata-rata progres fisik bangunan kini telah mencapai antara 40 hingga 60 persen.
Pembangunan koperasi kelurahan ini merupakan bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Dimana sebelumnya telah diresmikan secara nasional oleh Presiden sebagai langkah strategis membangun pusat ekonomi baru berbasis komunitas.
Bahkan juga, program tersebut dirancang agar koperasi tidak lagi sekadar menjadi tempat simpan pinjam, melainkan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, produk UMKM, hingga penggerak ekonomi warga di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan menyampaikan, dua bangunan yang telah selesai saat ini tinggal menunggu pengisian perlengkapan pendukung seperti rak dagangan dan kebutuhan operasional lainnya sebelum resmi difungsikan.
“Untuk pihak penyedia produk, kita sudah bekerja sama dengan Bulog. Untuk peresmiannya kita menunggu tindak lanjut lagi dari pusat,” ujar Herbet Aruan, Selasa (19/5/2026).
Lanjutnya, kerja sama dengan Bulog dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan gerai koperasi memiliki pasokan bahan pokok yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kehadiran koperasi kelurahan juga diharapkan mampu memotong rantai distribusi, menekan harga kebutuhan pokok, serta membuka ruang pemasaran bagi produk lokal warga,” ucapnya.
Diketahui, konsep Koperasi Kelurahan Merah Putih Di Pematangsiantar sendiri, diproyeksikan menjadi wajah baru ekonomi berbasis gotong royong. Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, koperasi ini nantinya juga diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, termasuk layanan usaha mikro dan pengembangan produk unggulan kelurahan.(Ibrahim Saragih/Susanti MS)



































