Kembali ke Almamater, Mahasiswa Keperawatan UMLA Edukasi PHBS di MTs Muhammadiyah 20 Menongo Sukodadi

Sukodadi, Lamongan ( Jawa Timur ) – liputanberita62.com _ Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti ruang kelas MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Bukan sekadar kunjungan biasa, hari itu menjadi momen spesial bagi Wildan, mahasiswa Semester 2 Jurusan Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), yang kembali menginjakkan kaki di sekolah tempat ia menimba ilmu dulu.

Bersama empat rekannya, Wildan menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS) sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa.

Dengan membawa misi edukasi preventif, tim pengabdi muda ini berharap dapat menanamkan fondasi kesehatan yang kuat bagi adik-adik kelasnya sejak dini.

Kehadiran Wildan sebagai alumni memberikan nilai emosional tersendiri, menjadikan sesi penyuluhan tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif bagi para siswa.

Tim Solid dari Fakultas Kesehatan UMLA
Penyuluhan ini dikemas secara profesional namun tetap santai oleh tim beranggotakan lima mahasiswa: Wildan (sebagai koordinator dan pemateri utama), M. Fathurrahman Azizi, Alya Dhea, Nazwa, dan Abeelya.

Kelimanya tampil rapi mengenakan almamater maroon khas UMLA, menunjukkan identitas sebagai calon tenaga kesehatan profesional.

Materi yang disampaikan difokuskan pada tiga pilar utama PHBS di lingkungan sekolah: teknik mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar sesuai standar kesehatan, pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan seragam, serta pemilihan jajanan sehat untuk mencegah penyakit saluran cerna.

Menggunakan media presentasi visual yang menarik dan bahasa yang disesuaikan dengan usia remaja awal, para mahasiswa berhasil mengubah materi kesehatan yang seringkali dianggap membosankan menjadi sesi belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Sentuhan Personal Alumni untuk Adik Kelas
Fakta bahwa Wildan adalah alumni MTs Muhammadiyah 20 Menongo menjadi kunci keberhasilan komunikasi dalam kegiatan ini.

Ia memahami karakteristik siswa, budaya sekolah, hingga titik-titik rawan masalah kesehatan di lingkungan tersebut.

“Rasa memiliki terhadap alma mater membuat saya ingin berkontribusi lebih. Melihat adik-adik kelas antusias bertanya tentang cara menjaga kesehatan, rasanya lelah persiapan materi terbayar lunas,” ungkap Wildan di sela-sela acara.

Interaksi dua arah terjadi sepanjang sesi. Siswa-siswi aktif mengangkat tangan, mempraktikkan gerakan cuci tangan yang dipandu langsung oleh Alya Dhea dan Nazwa, serta berbagi pengalaman tentang kebiasaan jajan mereka. M. Fathurrahman Azizi dan Abeelya turut mendampingi, memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam memahami materi.

Dukungan Penuh Pihak Sekolah
Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa UMLA ini.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah sangat strategis untuk memperkuat pendidikan karakter dan kesehatan siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran kakak-kakak dari UMLA, terutama Wildan yang merupakan putra terbaik sekolah ini. Pesan kesehatan yang disampaikan bukan hanya teori, tapi contoh nyata dari alumni yang sukses melanjutkan studi. Kami berharap siswa tidak hanya menerapkan PHBS di sekolah, tapi juga menjadi ‘duta kesehatan’ yang menularkan kebiasaan baik ini kepada orang tua dan siblings di rumah,” ujar Suparno.

Bagi para mahasiswa sendiri, kegiatan ini menjadi laboratorium lapangan yang invaluable.

Kemampuan public speaking, manajemen kelas, empati, dan adaptasi terhadap audiens berbeda usia terasah melalui pengalaman langsung ini.

Bekal soft skill tersebut akan sangat berguna ketika mereka kelak menghadapi pasien di dunia kerja keperawatan.

Dampak Berkelanjutan bagi Masyarakat Sukodadi.


Kegiatan penyuluhan PHBS di MTs Muhammadiyah 20 Menongo bukan sekadar acara satu hari jadi.

Diharapkan, pengetahuan yang ditransfer dapat bertahan dan berkembang menjadi kebiasaan permanen.

Siswa-siswi yang telah mendapat edukasi diharapkan mampu melakukan monitoring mandiri dan saling mengingatkan antar-teman.

Fakultas Kesehatan UMLA berkomitmen untuk menjadikan program pengabdian masyarakat seperti ini sebagai agenda rutin.

Sinergi antara akademisi, sekolah, dan masyarakat lokal diyakini mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih resilien di Kecamatan Sukodadi.

Langkah kecil di ruang kelas hari ini, semoga menjadi investasi besar bagi kesehatan generasi Lamongan di masa depan.

Tim – sunariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *