BIAK, PAPUA — Liputanberita62.com. Himpunan Pelajar Mahasiswa Yalimo (HPMY) Kota Studi Biak menggelar ibadah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum sukacita bagi mahasiswa asal Hukalopunu dalam menyambut peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GKI Pniel Hukalopunu.
Ibadah ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Mahasiswa asal Hukalopunu turut mengambil bagian dalam perayaan tersebut sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Yalimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Biak, Senin (26/10/2026).
Ibadah dipimpin langsung oleh Dianus Yare. Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khidmat sebagai ungkapan iman dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan bergereja serta perjalanan pendidikan para mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Asrama, Ronny, turut menyampaikan sambutan kepada seluruh mahasiswa yang hadir. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Oknis Faluk, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa HPMY Kota Studi Biak atas partisipasi dan dukungan mereka sehingga ibadah dapat terlaksana dengan baik.
Perayaan kali ini tidak hanya memperingati HUT GKI semata, tetapi juga menjadi hari yang bersejarah bagi jemaat dan masyarakat setempat.
Oknis Faluk menyampaikan bahwa, Bagi jemaat jemaat Peniel Hukalobunu, momen ini terasa sangat istimewa. Rangkaian kegiatan diisi dengan pentahbisan gedung gereja baru serta pelaksanaan pembaptisan di kampung tersebut.
“Peristiwa ini menjadi catatan sejarah tersendiri karena dalam kurun waktu sekian tahun ke belakang, belum pernah ada perhelatan skala besar seperti ini di wilayah tersebut. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa dan adik-adik pelajar di kota studi, untuk mengenang perjalanan iman jemaat,” katanya kepada wartawan usai Gelar ibadah syukuran.
Oknis, sebagai mahasiswa Asal kampung Hukalopunu, itu mengatakan, kehadiran mereka di kota studi tidak terlepas dari berkat serta doa dari orang tua dan pelayanan gereja di kampung halaman. Oleh karena itu, momentum ini diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa untuk terus berkarya, berdampak positif bagi jemaat-jemaat kecil di pelosok—khususnya di wilayah pegunungan Papua—serta selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan.
Momentum peringatan HUT GKI di Tanah Papua dan peresmian serta pentahbisan Gereja GKI Pniel Hukalopunu ini diharapkan semakin memperkuat iman, persaudaraan, dan kebersamaan mahasiswa asal Yalimo, khususnya mahasiswa Hukalopunu yang berada di Kota Studi Biak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan terus menjaga nilai-nilai kerohanian, mempererat hubungan kekeluargaan, serta berperan aktif dalam mendukung kegiatan gereja dan kehidupan masyarakat, baik di tanah rantau maupun di daerah asal.
Perayaan ditutup dengan penuh ucapan syukur dan harapan agar ke depannya generasi muda Papua terus memelihara iman serta membawa nama Tuhan di atas segala-galanya.
Penulis Eskop Wisabla.





















